Pembangunan Puskesmas Di Ex Pasar Uloe, Akhirnya Kepala Desa Angkat Bicara

BONEPOS.COM, BONE - Pemerintah Desa Uloe, Kecamatan Dua Boccoe, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, akhirnya angkat bicara terkait rencana pembangunan Puskesmas di Ex Pasar Uloe yang diduga belum mendapat kata sepakat dari Ahli Waris.

Saat ditemui oleh Bonepos.com Rabu 3 Juli 2019 sore sekitar pukul 17.30 di Lokasi Ex Pasar Uloe, saat ditanya kejelasan terkait Lokasi Ex Pasar Uloe, Abd.Rahman selaku Kepala Desa Uloe mengatakan bahwa kalau lokasi Ex Pasar Uloe tersebut merupakan tanah negara.

"Benar sekali, saya atas nama pemerintah desa memberikan keterangan menyatakan bahwa tanah ini adalah tanah negara, tentu tanah negara itu adalah Pemda, memang benar adanya itu,"ungkap Abd.Rahman

Terkait keberadaan Peta Blok atau rinci dari tanah Ex Pasar Uloe, dia mengaku sejak menjabat sebagai Pemerintah Desa Uloe tidak pernah melihat rincinya.

"Peta blok yang namanya rinci, semenjak saya menjadi Kepala Desa, saya tidak pernah melihat yang namanya rinci, tidak tahu bagaimana bentuk dan modelnya namanya rinci, adapun peta blok saya kemarin, saya tidak tahu tercecer juga memang sudah tua, sudah robek-robek dan sudah banyak tidak kelihatan, tapi peta blok saya bisa minta ke Dispenda, saya akan minta,"ungkapnya

Abd.Rahman juga menambahkan bahwa terkait ahli waris dirinya menganggap bahwa itu hanya pengklaiman sebagai ahli waris. Pasalnya menurut dia, ahli waris belum memperlihatkan bukti sebagai ahli waris.

"Tentang ahli waris, saya tidak pernah menyatakan yang mana ahli waris, hanya dia yang mengklaim saya ahli waris, tentu ini yang menamakan dirinya ahli waris tentu ada pembuktian, apa yang anda miliki, yah perlihatkanlah bukti-buktimu yang kau miliki sebagai ahli waris. Tapi kalau dari segi turunan atau silsilah keluarga dari Lasau ini memang cucunya semua,"kata Abd.Rahman

"Ada beberapa orang yang hadir pada waktu itu yang diadakan oleh Dinas Kesehatan, saya selaku Kepala Desa, saat Puskesmas yang tidak punya ruangan, makanya saya memfasilitasi di Kantor Desa, sekalian diundang juga beberapa yang mengklaim dirinya sebagai ahli waris kita undang juga, tanggapan semuanya setuju. Dia minta waktu tiga hari, tidak ada suara dan tanggapan, tentu dari pihak Dinas Kesehatan bahwa setuju karena tidak ada tanggapan masuk, termasuk saya menanggapi seperti itu,"tambahnya

Penulis:Iwan Taruna