Nasabah Keluhkan Pelayanan Bank Sulselbar Bone, Ini Penyebabnya

BONEPOS.COM - SUGIANTO Sejumlah nasabah Bank Sulselbar nampak menunggu antrian untuk mendapatkan pelayanan dari pihak Bank Sulselbar Bone, Jumat, 12 Juli 2019.

BONEPOS.COM, BONE - Lagi-lagi, pelayanan Bank Sulselbar Cabang Utama Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan kembali dikeluhkan oleh beberapa nasabahnya. Pasalnya pelayanan di Bank plat merah itu dinilai lambat dan tidak maksimal, khususnya di bagian teller.

Salah satu nasabah Bank Sulselbar Andi Mappatoba mengungkapkan tidak maksimalnya pelayanan Bank yang terletak di jalan Ahmad Yani, Watampone itu, dibuktikan dengan lambatnya para karyawan yang masuk usai jam istirahat kantor.

"Saya antri dari jam 10.00 WITA sampai jam 14.30 WITA belum bisa dilayani. Sementara petugasnya istirahat dari jam 11 siang dan baru datang jam 14.30 lebih, akhirnya banyak nasabah yang menunggu lama," Ungkap Andi Mappatoba kepada Bonepos.com, Jumat, 12 Juli 2019, sore tadi.

Hal senada juga diakui oleh Fatimah. Ia juga mengeluhkan lambatnya pelayanan terhadap nasabah. Bahkan ia menilai, aksi kurang ramah ditunjukkan oleh karyawan Bank Sulselbar, seperti petugas customer service. Diperparah teller yang bertugas melayani nasabah hanya satu.

"Bagaimana mau cepat melayani nasabah teller hanya satu yang bertugas, sedangkan yang satu sibuk dengan modar mandir dari teller ke dalam. Selain itu, ada beberapa nasabah khusus yang dilayani padahal tidak mengambil nomor antrian," ungkapnya.

"Untuk satu nasabah membutuhkan waktu setengah jam sampai 1 jam per nasabah bahkan lebih untuk melayani satu orang nasabah padahal antrian ramai, mana lagi kita ini dari kecamatan jauh, harusnya dipercepat pelayanannya," tambahnya.

Sementara, itu, Pimpinan Cabang Utama Bank Sulselbar Bone, Andi Mulyadi yang dikonfirmasi terkait keluhan para nasabah, tak menampik hal tersebut. Menurut Dia tidak maksimalnya pelayanan di bagian teller disebabkan karena kekurangan teller.

"Kami mohon maaf atas ketidaknyaman ini, kami akui memang pelayanan khususnya di teller saat ini kurang maksimal, hal ini karena adanya teller yang mundur karena ingin menikah. Namun untuk mengantisipasi hal ini kami sudah mengajukan pengganti ke pusat," bebernya.

Mulyadi menjelaskan, bahwa untuk saat ini, pihaknya memperbantukan beberapa staf yang sebelumnya bekerja di beberapa unit termasuk yang mengoperasikan mobil kas agar membantu pelayanan di kantor cabang.

"Meski demikian kami menjamin seluruh nasabah yang telah mengambil nomor antrian akan kami layani sesuai dengan kebutuhan mereka. Sekali lagi kami minta maaf, Insya Allah kedepan kami maksimalkan pelayanannya," janjinya.

Adapun soal adanya nasabah yang dilayani tanpa nomor antrian, Kata Mulyadi, itu adalah nasabah prioritas, seperti bendahara Dinas, dimana melakukan pencairan dana dengan nilai yang besar. Itupun kata Dia sebelumnya mereka telah melakukan penyampaian kepada pihak Bank.