Wabup Harap Banjir di Sinjai Perlu Perhatian Khusus dari Pemerintah Pusat

BONEPOS.COM, SINJAI - Wakil Bupati Sinjai berharap masalah banjir di Kabupaten Sinjai bukan hanya mendapat perhatian dari Pemerintah Daerah Sinjai, melainkan perlu ada perhatian khusus dari Pemerintah Pusat.

Hal tersebut telah diungkapkan oleh Wakil Bupati Sinjai Hj.Andi Kartini Ottong saat menghadiri rapat koordinasi Pembangunan Lingkungan Hidup dan Kehutanan se-Ekoregion Sulawesi dan Maluku yang bertempat di Jakarta Convertion Center, Jum'at 12 Juli 2019.

Menurut Hj. Andi Kartini Ottong, dalam tanggapannya mengatakan bahwa, kondisi bencana banjir saat ini sudah sangat menghawatirkan karena hampir setiap hujan deras dapat menggenangi beberapa titik dipusat Kota Kabupaten Sinjai.

"Hal ini tentu membutuhkan perhatian serius bukan hanya Pemda tetapi juga Pemerintah Pusat, beliau juga bertemu dengan Penentu Kebijakan diantaranya Staf Ahli Kementerian Lingkungan Hidup dan menyampaikan lansung hal tersebut dan alhamdulillah direspon dengan sangat bagus dimana masalah ini sudah dicatat dan akan dilakukan tindak lanjut," kata Hj.Andi Kartini.

Wakil Bupati berharap bahwa kegiatan ini terus berkelanjutan dan sangat penting untuk membicarakan kondisi lingkungan di masing-masing Daerah. Kemudian saling memberikan informasi dan solusi bagi Daerah yang sudah sukses dalam hal Penanganan Lngkungan Hidup.

"Saya harap kegiatan ini terus berkelanjutan dan sangat penting untuk membicarakan kondisi lingkungan di masing-masing Daerah. Kemudian saling memberikan informasi dan solusi bagi Daerah yang sudah sukses dalam hal Penanganan Lngkungan Hidup," kata Hj.Andi Kartini.

Sebagaimana diketahui, kegiatan tersebut bertujuan menggambarkan kondisi dan permasalahan Lingkungan Hidup dan Kehutanan di Daerah dalam Wilayah Ekoregion Sulawesi dan Maluku, serta menjawab ekspektasi daerah terhadap permasalahan tersebut. kegiatan ini mengangkat tema "Refleksi dan Proyeksi Pembangunan Lingkungan Hidup Kehutanan"

Staf Ahli Menteri Bidang Industri dan Perdagangan Internasional Ibu Ir. Laksmi Dhewanthi, MA, dalam sambutannya mengatakan bahwa pada saat Pembukaan Pekan Lingkunga Hidup dan Kehutanan Tahun 2019, pada tanggal 11 Juli kemarin, Bapak Presden Jusuf Kalla menggaris bawahi bahwa ada 3 hal saat ini menjadi hal yang penting dalam konteks internasional dan global (1) Hak Asasi Manusia (2) Demokratisasi (3) Lingkungan Hidup.

Penekanan Pentingnya Lingkungan Hidup dan Kehutahan menjadi kunci dan jawaban dari solusi atau tantangan pembangunan yang dihadapi saat ini. Terlebih lagi bahwa kita sebagai aparat pemerintah yang diserahi amanah amanah untuk mengembangi berbagai macam amanah dari undang-undang 45. Salah satu amanah yang diberikan adalah untuk menjamin lingkungan hidup yang bersih dan sehat bagi seluruh rakyat Indonesia.

"Pada saat meningkatkan pertumbuhan ekonomi, dan meningkatkan kualitas lingkungan hidup terutama pengurangan beban pencemeran, perlindungan konservasi, dan melindungi ekosistem-ekosistem yang esensial," kata Laksmi Dhewanthi.

Laksmi juga mengatakan bahwa peran salah satu stakeholder yang menjadi penting yaitu generasi muda.

"Saat sekarang kita berada dalam era milenial, generasi muda sekarang yang nantinya mudah-mudahan atau sebagian sudah menjadi Aparat Sipil Negara dan nanti pasti akan menjadi tulang punggung dari roda pembangunan pemerintahan. Ini adalah kunci untuk melahirkan birokrasi yang dinamis, birokrasi adaptif, birokrasi yang mengenali tantangan pada saatnya dan mencoba mengatasi solusi pada saat yang tepat," ungkap Laksmi. (*)