Insiden Polisi Tembak Polisi Simak Faktanya

Polisi tembak polisi

BONEPOS.COM, Brigadir Rangga Tianto menembak rekannya Bripka Rahmat Efendy, dengan menggunakan senjata pistol tipe HS-9 hingga tewas di tempat.

Peristiwa itu terjadi di Sentra Pelayanan Kepolisian (SPK) Polsek Cimanggis, Depok, Jawa Barat, Kamis 27 Juli 2019 pukul 20.50 WIB.

Berikut ini fakta-fakta polisi tembak polisi yang dirangkum dari berbagai sumber:

1. Sosok Rahmat

Atasan Rahmat, Wakil Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya AKBP Made Agus, menilai almarhum dalam kasus polisi tembak polisi sebagai sosok yang baik dan berdisiplin. Bahkan, selama berdinas di Subdit Regident Ditlantas Polda Metro Jaya sejak 2008, Rahmat tak memiliki catatan buruk.

2. Rangga Tembak Rahmat hingga 7 Kali

Rangga diketahui menembak Rahmat menggunakan pistol sebanyak 7 kali. Tembakan tersebut mengenai bagian dada, leher, paha, dan perut sehingga menyebabkan Rahmat meninggal dunia.

3. Penyebab

Penyebab penembakan ini berawal dari penangkapan pelaku tawuran yang dilakukan oleh Rahmat. Kemudian, Rangga bersama orang tua pelaku tawuran datang ke Polsek Cimanggis, Depok, dan meminta agar pelaku dibina saja.

Namun Rahmat menjelaskan kasus tawuran tersebut sedang diproses dengan nada tinggi. Mendengar itu, Rangga terlihat emosional dan menuju ruang sebelah untuk mengambil senjata buat menembak Rahmat.

4. Rangga Terancam Dipecat

Akibat kasus polisi tembak polisi di Depok ini, Rangga terancam dipecat dari Korps Polisi. Menurut Kakorpolairud Baharkam Polri Irjen Zulkarnain, Rangga saat ini tengah diproses sesuai dengan hukum yang berlaku, yakni UU Pasal 338 KUHP, sehingga memungkinkan untuk dipecat.

"Nah, kalau etika profesi dia kena PTDH, pemberhentian tidak dengan hormat alias dipecat," jelasnya.