2019, K-13 Sudah Diterapkan di Seluruh Sekolah di Bone – Bonepos.com – Informasi Berita Terkini Sulsel Best Automated Bot Traffic

2019, K-13 Sudah Diterapkan di Seluruh Sekolah di Bone

  • Bagikan

BONEPOS.COM, BONE –  Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bone sudah menerapkan Kurikulum 2013 (K-13) mulai tahun pelajaran 2019/2020.

Untuk penerapan K-13 itu, guru SD dan kepala sekolah di Bone mengikuti Bimbingan Teknik (Bimtek) Kurikulum 2013. Bimtek yang diselenggarakan selama tiga hari berlangsung di tujuh kluster serentak, 29-31 Juli 2019 itu diikuti ribuan peserta masing-masing sekolah mengutus dua guru kelas bawah dan dua guru kelas atas.

Kepala Bidang Pendidikan Dasar Disdik Bone, Budiman mengatakan, melalui Bimtek K13 selama tiga hari itu para guru disemua tingkatan memahami dan mampu mengimplementasikan K-13 dengan baik di masing-masing sekolahnya.

Baca Juga  Lamar Janda 40 Tahun di Bone, Uang Panaik Rp100 Juta

“Kami berharap dari materi yang diberikan agar benar-benar dapat dipahami dan dapat diimplementasikan dengan baik disemua sekolah dasar,” kata Budiman, Senin, 29 Juli.

Budiman menjelaskan, Bimtek ini utamanya untuk menyegarkan kembali dan meningkatkan kemampuan guru kelas dalam mengimplementasikan K13 yang sudah direvisi oleh Kemendiknas.

“Kepala sekolah diharapkan mampu merevisi dan menyusun kembali dokumen 1 K13 untuk selanjutnya diserahkan ke masing-masing guru kelas,” harapnya.

Kepala Seksi Kurikulum SD Disdik Bone, Rahma, M.Pd menambahkan pelaksanaan Bimtek K-13 ini dilaksanakan oleh Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) yang tergabung pada setiap kluster.

Baca Juga  Dibawa Kabur, Gadis 14 Tahun di Bone Nekat Berhubungan Badan

Masing-masing kluster tersebut adalah, SD Inpres 10/73 Watang Palakka, SD Inpres 12/79 Pakkasalo, SDN 221 Pattiro Bajo Kecamatan Sibulue, SD Inpres 12/79 Palattae Kecamatan Kahu, SDN 262 Pude Kecamatan Kajuara, SD Inpres 10/73 Ulaweng Cinnong Kecamatan Ulaweng dan SD Inpres 12/79 Tungke Kecamatan Bengo.

Disdik Bone, saat ini juga terus mengupayakan pembinaan kepada para guru agar meningkatkan kompetensinya, khususnya kompetensi pedagogig.
“Dengan kualitas guru yang baik, maka diharapkan para lulusannya juga memiliki kompetensi baik,” terang Rahma.

  • Bagikan