Penuh Kesedihan, Pemakaman IYL Diwarnai Tangisan Warga

BONEPOS.COM, MAKASSAR - Duka mendalam begitu terasa saat jenazah Bupati Gowa dua periode 2005-2010 dan 2010-2015, Ichsan Yasin Limpo (IYL) tiba di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Panaikang Makassar, Kamis 1 Agustus 2019 siang.

Isak tangis ribuan masyarakat yang mengkawal maupun menghadiri menyelimuti tempat peristirahatan terakhir tokoh pencetus pendidikan gratis di Kabupaten Gowa itu.

Salah seorang warga Kecamatan Bontonompo, Daeng Tarring (58) rela menempuh jarak untuk memberikan penghormatan terakhir kepada IYL. Menurutnya, Ichsan merupakan sosok yang patut dicontoh apalagi dalam hal pendidikan.

" Dia ini sosok yang patut dicontoh, peduli dengan keluarga, dan masyarakat, terutama kepada pendidikan anak-anak," ungkapnya.

Selain itu, Agung (60) teman semasa kecil beliau mengaku IYL adalah orang yang komitmen. Berteman sejak tahun 1975 dan bergabung dengan club yang sama bukan waktu yang sedikit untuk saling mengenal.

" Beliau sosok penuh komitmen, tetap pada pendirian dan memiliki jiwa kepemimpinan sejak duduk dibangku sekolah," katanya.

Tak hanya itu, dirinya juga membeberkan kenangannya bersama Ongkeng (sapaan akrab IYL) dimasa SMA yakni di SMA Katolik, meskilun beda dua tingkat mereka tidak pernah beda pemahaman.

" Dulu saya kelas tiga dia kelas saty, setiap pulang sekolah sama, dari kecil jiwa kepemimpinannya sudah ada, setiap masuk organisasi pasti jadi ketua, jadi tidak salah beliau dicintai oleh masyarakatnya terbukti hari ini ribuan yang datang memberikan penghormatan terakhir kepada beliau," jelasnya.

Olehnya dirinya berharap, kepemimpinan beliau bisa dilanjutkan oleh anak-anaknya, apalagi dalam hal pendidikan yang selalu melakukan inovasi untuk kemajuan anak.

" Semoga yg dijalankan beliau bisa diteruskan oleh anaknya," harap Agung.

Sementara itu, Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah selaku inspektur upacara pada prosesi pemakaman IYL mengungkapkan bela sungkawanya. Menurutnya masyarakat Sulsel merasa kehilangan sosok yang mengabdikan dirinya, khususnya di Kabupaten Gowa sebagai bupati dua periode.

" Kita semua masyarakat Sulsel terkabung atas wafatnya IYL, sehingga kami hadir ntuk memberikan penghormatan terakhir kepada beliau, kami sebagai Pemerintah Sulsel memberikan penghargaan kepada beliau atas jasanya selama hidupnya," katanya.

Diakui Nurdin, IYL selama menjabat menjadi Bupati Gowa sejumlah penghargaan dan prestasi telah diraih terutama dibidang pendidikan bahkan menjadi pencetus pendidikan gratis di Kabupaten Gowa.

Sekadar diketahui Punggawa, julukan IYL meninggal dunia Selasa, (30/7) lalu pada usia 58 tahun. Ia menghembuskan nafas terakhirnya saat sedang menjalani perawatan medis di Juntendo University Hospital, Tokyo, Jepang. Sebelum di Jepang, IYL dirawat di Mount Elizabeth Hospital, Singapura karena menderita penyakit kanker.

Penulis: Ahmad Rusli