Datangi Kejaksan Negeri Bone, HMI Cabang Bone Pertanyakan Dugaan Penggelapan Barang Bukti

BONEPOS.COM, BONE - Pengurus Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Bone mendatangi kantor Kejaksaan Negeri Kabupaten Bone, Jalan Yos Sudarso, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, untuk mempertanyakan barang bukti yang diduga digelapkan oleh oknum Mantan Kasi Pidum Kejaksaan Negeri Bone.

Kedatangan sejumlah Pengurus HMI Cabang Bone tidak lain untuk mempertanyakan barang bukti yang diduga digelapkan oleh Alham yang merupakan Mantan Kasi Pidum Kejaksaan Negeri Bone pada saat menangani kasus tindak pidana penipuan atas nama terdakwa Andi Nur. Pertemuan tersebut berlangsung di Aula Kejaksaan Negeri Bone yang dihadiri oleh Erwin selaku Kasi Pidum, Andi Khairil Kepala Cabang Lappariaja, A.Rosdiana selaku Kasi Datun, sejumlah awak media. Kamis 1 Agustus 2019.

Memulai pembicaraan Muhammad Sabir selaku Ketua Umum HMI Cabang Bone kepada Bonepos.com mengatakan bahwa kehadiran dirinya bersama Pengurus HMI Cabang Bone untuk mempertanyakan barang bukti berupa satu unit Ponton (pengangkut alat berat) berdasarkan putusan Pengadilan Negeri Bone. Terdakwa Andi Nur dinyatakan tidak bersalah dan barang bukti berupa satu unit Ponton dikembalikan kepadanya dan dikuatkan pula oleh putusan Mahkamah Agung (MA).

"Kasus ini sudah lama, namun pihak Kejaksaan Negeri Bone seolah acuh terhadap dugaan penggelapan barang bukti yang dilakukan oleh Mantan Kasi Pidum bernama Alham," kata Muhammad Sabir.

Muhammad Sabir juga menambahkan bahwa barang bukti berupa satu unit Ponton (pengangkut alat berat) tersebut yang diserahkan oleh pihak Penyidik Kepolisian Polres Bone kepada Kejaksaan Negeri Bone pada Tahun 2014 lalu kini sudah tidak berada lagi di Kejaksaan Negeri Bone.

"Dari pernyataan pihak Kejaksaan Negeri Bone pada saat pertemuan tadi menyatakan bahwa barang bukti tersebut tidak lagi berada di Kejaksaan Negeri Bone, bahkan dari pihak Kejaksaan Negeri Bone menyatakan bahwa barang bukti tersebut tidak diketahui lagi keberadaannya karena pejabat yang sekarang ada di Kejaksaan Negeri Bone sendiri adalah pejabat baru sehingga mengatakan bahwa mereka tidak terkait dengan teknis pelaksanaan barang bukti tersebut," tambahnya.

"Pihak kejaksaan yang selaku eksekutor harusnya melaksanakan apa yang menjadi keputusan Mahkamah Agung bahwa barang bukti tersebut harus dikembalikan, namun dari mulai adanya keputusan tersebut sampai sekarang barang bukti tersebut belum juga dikembalikan. Maka dari itu kami dari HMI Cabang Bone menyatakan bahwa pihak Kejaksaan Negeri Bone tidak boleh melakukan pembiaran," ujar Muhammad Sabir.

Sementara Erwin selaku Kasi Pidum yang mewakili pihak Kejaksaan Negeri Bone menyatakan bahwa pihaknya tidak dapat mengambil keputusan, karena mengenai barang bukti tersebut telah dilakukan pemeriksaan oleh Kejaksaan Tinggi.

"Mari kita sama-sama kawal dinda, kita tunggu keputusan dari Kejaksaan Tinggi terkait barang bukti ponton ini, karena kasus ini masih dalam tahap proses di Kejaksaan Tinggi. Dan kami tidak bisa mengambil keputusan terkait apa yang adik-adik tuntutkan,"ujar Erwin

Mendapat jawaban tersebut Pengurus HMI Cabang Bone kemudian meminta kepada Pihak Kejaksaan Negeri Bone untuk diadakan pertemuan ulang dan duduk bersama dengan Kepala Kejaksaan Negeri Bone terkait kejelasan masalah tersebut yang akan digelar minggu depan, pasalnya pada pertemuan tadi Kajari Bone tidak dapat hadir diakibatkan adanya kesibukan lain.

Penulis: Ilham Iskandar