PKL di Bone Bakal Direlokasi, Di sini Lokasinya

BONEPOS.COM - IST PKL di Bone akan direlokasi ke tempat yang baru tepatnya di belakang pusat pertokoan di jalan Beringin, Watampone.

BONEPOS.COM, BONE -  Ratusan Pedagang Kaki Lima (PKL) yang selama ini berjualan ruas jalan Masjid, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan akan direlokasi.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, PKL ini akan direlokasi ke tempat yang baru tepatnya di belakang pusat pertokoan di jalan Beringin, Watampone.

Di tempat yang baru ini setidaknya pemerintah melalui Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) menyiapkan sedikitnya 230 lapak atau lahan dengan luas kurang lebih 2 x 2 meter persegi yang ditandai dengan cat pembatas warna kuning.

Ketua DPC Asosiasi Pedagang Kaki Lima (APKLI) Kabupaten Bone, Iwan Hammer, yang dimintai tanggapannya mengatakan bahwa dirinya tidak keberatan dengan rencana relokasi tersebut.

Hanya saja menurut dia, lokasi atau lahan yang disiapkan pemerintah daerah untuk para PKL perlu diperluas, dan akses jalan untuk kendaraan ditutup, jika aktivitas PKL sudah dibuka sore hari, selain itu jika tidak mencukupi, areal jalan di belakang toko aliran subur juga bisa digunakan.

"Jalan di belakang Toko Aliran Subur juga bisa di fungsikan. Agar tidak saling mengganggu, jalan saja yang ditutup kalau pukul 16.00 wita, sore. Saya sepakat kalau jalan Masjid di dikosongkan dari Aktivitas PKL," ungkapnya, Selasa, 6 Agustus 2019.

Dia berharap semoga di lokasi yang baru dan legal tersebut dikemudian hari, tidak menimbulkan permasalahan antara pemilik toko-toko dengan para PKL.

"Semoga tidak ada dampak yang ditimbulkan dengan pemilik toko-toko yang ditempati lokasi yang notabene legal dari pemerintah ini," harapnya.

Terpisah, Sekretaris Dispenda Bone, Andi Alimuddin yang dikonfirmasi, mengatakan bahwa hingga saat ini pemerintah belum menetapkan jadwal pelaksanaan relokasi tersebut.

"Belum tahu waktunya. Sejauh ini belum ada rencana soal adanya sewa kepada para PKL yang akan menempati lahan disitu," ungkapnya kepada Bonepos.com, Selasa siang.

Saat ini, lanjut Dia, yang terpenting adalah bagaimana pemerintah melakukan penataan terhadap para PKL yang ada di Bone ini agar tertib.