TP4D, APIP dan Polres Bone Kawal Penggunaan DAK Fisik 2019

BONEPOS.COM, BONE -  Dalam rangka pelaksanaan pembangunan sekolah melalui program bantuan yang bersumber dari DAK fisik tahun anggaran 2019, Dinas Pendidikan Kabupaten Bone menggelar sosialisasi penggunaan DAK fisik di aula Hotel Sarlim, Jl. Dr Wahidin Sudirohusodo, Kota Watampone, Kamis, 7 Agustus 2019.

Dalam pelaksanaan pembangunan sekolah tersebut Dinas Pendidikan Kabuapten Bone telah menggandeng Tim Pengawal Pengamanan Pemerintah dan Pembangunan (TP4D) Kejari, Polres Bone dan Aparat Pengawasan Internal Pemerintah (APIP).

Kepala Dinas Pendidikan Bone, Hj A. Syamsiar Halid pada kesempatan itu melaporkan beberapa hal antaralain, jumlah sekolah penerima bantuan melalui DAK fisik untuk jenjang SD sebanyak 198 sekolah dengan total anggaran Rp 51.014.908.365.

Adapun rinciannya sebagai berikut rehabilitasi ruang kelas sebanyak 146 sekolah dengan nilai Rp. 43.230.684.493, rehabilitasi Sanitasi Sekolah sebanyak 29 sekolah Rp. 245.427.000, rehabilitasi ruang guru 12 sekolah Rp 1.267.640.796, rehabilitasi Perpustakaan 1 sekolah Rp 101.723.595, pembangunan sarana toilet 11 sekolah Rp 1.145.779.514, pembangunan ruang kelas 18 sekolah Rp 5.023.652.967. Sedangkan jumlah sekolah penerima bantuan untuk jenjang SMP sebanyak 8 sekolah dengan total Rp 2.285.000.000 terdiri dari pembangunan LAB IPA 3 sekolah, Perpustakaan 3 sekolah, dan rehabilitasi 2 sekolah.

"Seluruh pengerjaan fisik tersebut dilaksanakan secara swakelola oleh kepala sekolah dibantu oleh panitia pembangunan yang telah dibentuk di masing-masing sekolah," ungkap Hj. A. Syamsiar.

Selain itu untuk menjaga agar pembangunan tetap berjalan sesuai rencana dan desain maka akan dibantu oleh tenaga fasilitator yang direkrut dari Sarjana Teknik berpengalaman dalam bidang konstruksi.

"Saat ini telah disalurkan dana ke rekening sekolah masing-masing untuk tahap pertama sebesar 40% dari total bantuan yang akan diterima oleh sekolah dan tahap berikutnya akan disalurkan sesuai pemenuhan syarat yang telah diatur dalam surat perjanjian," jelasnya.

Wakil Bupati Bone H. Ambo Dalle mengatakan, terkait program bantuan yang bersumber dari DAK fisik itu, telah dilakukan MoU Dinas Pendidikan bersama Kapolres, Kajari TP4D. "Saya berharap pengelolaan DAK fisik ini tidak bermasalah. Olek karena itu pihak pengelola harus memahami juknis yang ada dan mencermatinya dengan baik," kata Ambo Dalle.

Selain itu Wakil Bupati Bone juga berharap hasil dari sosialisasi ini akan menghasilkan pengelolaan dana DAK yang lebih baik dibanding dengan tahun-tahun sebelumnya. "Kalau sebelumnya ada kekurangan mari kita sempurnakan, apalagi ini akan dikawal Kapolres Bone dan Kajari Bone serta TP4D," tuturnya.

Menurutnya hasil swakelola itu jauh lebih baik hasilnya dibanding dengan dipihak ketigakan. "Oleh karena itu saya minta kepada kepala sekolah jangan sampai kepercayaan ini hilang, kalau diberi kesempatan mengelola lalu tidak mampu maka nanti regulasinya akan dicabut kembali dan akan dipihak ketigakan," tegas Ambo Dalle.

Sementara itu Kapores Bone AKBP Muhammad Kadarislam Kasim dalam sambutannya mengharapkan bahwa dana bantuan yang disalurkan oleh pemerintah kepada pihak kepala sekolah secara swakelola tersebut agar dikelola dengan baik. "Kami berharap kepada para kepala sekolah, agar program ini betul-betul dilaksanakan dengan baik sesuai dengan acuan kerja, tepat sasaran dan tepat waktu," harap Kapores Bone.

Hadir dalam kegiatan sosialisasi tersebut Kajari Bone, Inspektur Daerah, Kepala Bidang SD beserta jajarannya serta para kepala sekolah penerima DAK 2019.

Penulis: Sugianto Warium