Helikopter BNPB Rusak, Bom Air Gagal Jinakkan Kebakaran Gunung Ciremai

BONEPOS.COM - ISTIMEWA

BONEPOS.COM, JAKARTA - Pemadaman kebakaran di Gunung Ciremai melalui pengeboman air, belum berjalan maksimal. Sejumlah titik masih dilalap si jago merah.

Helikopter milik Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) jenis Bell 412SP sementara dihentikan pengoperasiannya. Lantaran mengalami kerusakan.

Berdasarkan pantauan dari personel Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kuningan masih ditemukan titik api. Sedangkan dari pantauan di Desa Garatengah Kecamatan Japara, Kabupaten Kuningan, terdapat kepulan asap di sebelah utara Puncak Gunung Ciremai.

Plt. Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Agus Wibowo mengemukakan, personel yang terlibat dalam penanganan kebakaran hutan Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC) adalah sebanyak 205 orang.

Para personel tersebut berasal dari unsur BPBD Kuningan, TNI, TNGC, POLRI, BNPB, BPBD Provinsi Jabar, MPGC Palutungan, MPGC Linggarjati, MPGC Linggasana, masyarakat, dan volunteer pencinta alam yang tersebar di sejumlah titik.

"Selain helikopter yang sempat mengalami kerusakan, kendala lain yang menghambat jalannya proses pemadaman ialah perubahan arah angin yang memicu meluasnya kebakaran hutan lahan dan membuat loncatan bara api," jelas Agus, dalam rilis yang diterima Bonepos.com, Sabtu (10/8/2019).

"Bukan itu saja, lokasi kebakaran yang berada di atas ketinggian 2600 hingga 3078 Mdpl juga membuat tim kesulitan dalam menjangkau titik api," tambahnya.

Namun demikian, upaya pemadaman selanjutnya akan kembali dilakukan pada Minggu (11/8/2019) menggunakan helikopter water boombing dengan kapasitas 1.000 liter.

Upaya pemadaman secara manual juga masih dilakukan dengan dibantu oleh tim pemantau dari puncak Gunung Ciremai dan Tim Dorongan Logistik yang didampingi oleh BNPB dan BPBD Provinsi Jawa Barat. (ril)