Biodiesel dari Mikroalga, Antarkan FTI UMI Catatkan Doktor Ke-20

BONEPOS.COM, MAKASSAR - Suasana bahagia tengah menyelimuti hati Ummu Kalsum. Dosen tetap FTI UMI Makassar ini sukses mempertahankan disertasi Doktor di Aula Oedjoe Djoeriaman Departemen Teknik Kimia, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, Jumat (16/8/2019).

Judul disertasi yang dibawakannya, yakni, Pengembangan Pembuatan Biodiesel dari Mikroalga dengan Bantuan Microwave secara In Situ. Dari karangan ilmiah tersebut, memiliki manfaat penting dalam upaya melakukan diversifikasi sumber daya energi di Indonesia.

Lantaran, selama ini biodiesel diperoleh umumnya dari minyak nabati. Sehingga memacu kenaikan harga minyak nabati.

Dari disertasi Ummu ini, ditawarkan bahan baku yang cukup melimpah di Indonesia sebagai bahan baku biodiesel yaitu mikroalga. Terlebih menggunakan inovasi penggunaan microwave secara In Situ. Tujuannya untuk mempercepat proses.

Pilihan dan pendekatan yang inovatif dan kreatif dalam upaya pemenuhan kemandirian energi di Indonesia. Dengan hasil demikian, Ummu mencatatkan namanya sebagai Doktor ke-20 di FTI UMI.

Disertasi tersebut dipromotori oleh Prof. Mahfud dan Prof Achamd Roesyadi. Bertindak sebagai ketua sidang adalah Prof Arief Widjaja, dengan dewan penguji terdiri dari Dr Sri Rachmania Juliastuti, Prof Ali Altway dan penguji eksternal dari Universitas Diponegoro Semarang Prof Abdullah.

Dekan FTI UMI Dr Zakir Sabara menjelaskan, Dr Ummu Kalsum adalah Dosen berkualifikasi Doktor ke-20 di FTI UMI. 20 tenaga berkualifikasi Doktor tersebut merupakan alumni perguruan tinggi ternama dari dalam dan luar negeri.

"Hal ini menunjukkan bahwa kami secara konsisten dan berkelanjutan serta menunjukkan komitmen untuk terus menyiapkan tenaga pendidik dengan kualifikasi pendidikan tertinggi," paparnya.

Saat ini, masih ada empat dosen FTI UMI Makassar yang sementara menempuh studi lanjut Doktor di UI Depok, ITB Bandung, dan Unhas Makassar.

Bukan hanya itu, Tahun 2019 ini, FTI UMI akan mengirim lagi enam hingga delapan dosen dari tiga prodi, yaitu Teknik Industri, Teknik Kimia, dan Teknik Pertambangan ke berbagai perguruan tinggi dalam dan luar negeri.

Pengembangan tenaga pendidik ini dilakukan untuk senantiasa meningkatkan kapasitas keilmuan para dosen dalam mencapai visi #FTIUMIKEREN: Sharing is Caring.