Isak Tangis Istri Warnai Pelepasan Brimob Sulsel ke Manokwari

BONEPOS.COM, BONE - Pasca kerusuhan yang terjadi di Kota Manokwari, ada 50 personel Brimob Batalyon C Polda Sulawesi Selatan, dikirim ke Manokwari, Papua Barat, Senin (19/8/2019).

Pengiriman personel Brimob Batalyon C Polda Sulawesi Selatan ini, dalam misi mengamankan gangguan Kamtibmas di wilayah tersebut.

Komandan Batalyon C Pelopor Sat Brimob Polda Sulsel, Kompol Nur Ichsan melepas secara langsung di Halaman Kantor Brimob Batalyon C, Watampone, Kabupaten Bone.

"Jadi kegiatan ini sebagai persiapan melakukan Bantuan Kendali Operasi ke Polda Papua Barat. Mereka (personel yang dikirim) nanti akan bergabung dengan Batalyon A dan Batalyon G Polda Sulsel," jelas Kompol Nur Ichsan.

"Disana ada gangguan Kamtibmas, olehnya itu untuk menyelesaikan permasalah, kami diminta untuk membantu Polda Papua Barat," tambahnya.

Disinggung lamanya Bantuan Kendali Operasi (BKO), kata Kompol Nur Ichsan, tergantung situasi di Manokwari. "Kalau dalam seminggu bagus bisa pulang, kalau situasi berkembang yah mereka menunggu sampai situasi disana kondusif," sebutnya.

Pantauan Bonepos.com, pelepasan 50 personel Batalyon C Pelopor Bone ini diwarnai isak tangis istri yang akan ditinggal selama beberapa hari ke depan.

Sebelumnya, si jago merah melahap Gedung DPRD Papua Barat, Manokwari, Senin (19/8/2019). Kejadian ini terjadi diduga sengaja dibakar oleh massa yang berunjuk rasa.

Informasi yang dihimpun, semula aksi unjuk rasa berlangsung tertib. Sayangnya, kondisi langsung berubah. Kerusuhan terjadi.

Akibat aksi tersebut, suasana di sekitar Gedung DPRD Papua Barat, mencekam, tadi pagi. Arus lalu lintas di beberapa jalan Kota Manokwari, terganggu.

Kerusuhan di Kantor DPRD Papua Barat ini, diduga dipicu aksi penanganan demo mahasiswa Papua di Surabaya, belum lama ini.

Penulis:Adhy Saruga