Ini Penyebab Kebakaran Pasar Tempe Sengkang Versi Pedagang

BONEPOS.COM, WAJO - Kobaran api menghanguskan Pasar Tempe, Sengkang, Kabupaten Wajo. Ada sekitar 692 pedagang yang jadi korban amukan si jago merah pada Sabtu (24/8/2019), dini hari.

Kepada Bonepos, salah satu pedagang Pasar Tempe yang juga korban kebakaran, Lukman bercerita, akibat musibah ini, dia mengalami kerugian tidak sedikit. Nominalnya ditaksir Rp100 juta lebih.

"Karena tempat dan barang yang terbakar," ucap Lukman.

Pedagang asal Tanah Sitolo ini memperkirakan, penyebab terjadinya kebakaran diduga dipicu arus pendek. Kejadian ini dinilainya, baru pertama kali terjadi.

"Harapannya, agar Pasar Tempe dibangun secepat mungkin. Dan bagi pemerintah perlu dibangun pasar darurat. Untuk penjualan sementara," tuturnya.

Pasca terjadinya kebakaran, Pemerintah Kabupaten Wajo melaksanakan Rapat terkait penanganan musibah kebakaran di Ruang Rapat Pimpinan Kantor Bupati Wajo, Sabtu (24/8/2019). Kegiatan ini dipimpin langsung Sekretaris Daerah Kabupaten Wajo, Amiruddin.

Ini dilakukan Pemkab Wajo sebagai upaya cepat pasca musibah kebakaran melanda Pasar Tempe, Sengkang, Wajo. Jumlah pedagang yang jadi korban ada ratusan orang.

Amiruddin mengemukakan, pembuatan tenda darurat atau lapak-lapak sementara seluruhnya ditanggung pemerintah daerah tanpa ada pembayaran oleh para pedagang. Ini dilakukan sebagai wujud kepedulian Pemkab Wajo kepada para korban kebakaran.

"Untuk jangka panjang, kami (Pemkab Wajo) sementara berjuang di pusat untuk mendapatkan dana alokasi khusus. Semoga tahun 2020 bisa dikucurkan oleh pemerintah pusat," kata Amiruddin.

Untuk pembagian tempat berdagang nantinya, kata Amirrudin, Pemerintah Kabupaten Wajo akan melakukan sistem lot. Dengan pengawalan dari pihak kepolisian dan TNI.

"Penyebab kebakaran belum bisa dipastikan, masih dalam proses investigasi. Kemungkinan berkembang dipenyelidilan penegak hukum," tambahnya.

Sebelumnya, musibah kebakaran yang terjadi di Pasar Tempe, Sengkang, Kabupaten Wajo, terjadi sekitar pukul 01.30 Sabtu dinihari (24/8/2019).

Penulis:Risal Basri