Bendera Merah Putih Dirusak, 4 Ormas di Surabaya Diperiksa

BONEPOS.COM, Lima ormas (organisasi mayarakat) dipanggil penyidik untuk dimintai keterangan seputar kasus perusakan bendera merah putih yang ada di depan asrama mahasiswa papua, Jalan Kalasan 10, Surabaya.

Namun hanya empat organisasi masyarakat (ormas) yang memenuhi panggilan penyidik Satreskrim Polrestabes Surabaya, Sabtu, 24 Agustus 2019. Mereka yang hadir meliputi Susi Rohmadi dari FKPPI, Dj Arifin dari Sekber Benteng NKRI. Disusul Arukat Djaswadi dari Sekber Benteng NKRI dan Basuki dari Pemuda Pancasila.

Hanya satu ormas yang belum memenuhi panggilan penyidik yakni Agus Fachrudin alis Gus Din dari Wali Laskar Pembela Islam Surabaya.

Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Sudamiran menjelaskan, penyidik memanggil lima ormas untuk dimintai keterangan mengenai kasus perusakan bendera di Jalan Kalasan 10 Surabaya. Dimana 4 ormas hadir untuk memenuhi panggilan penyidik.

"Sedangkan satu ormas tidak bisa hadir, karena masih berada di luar kota. Keempat saksi tersebut koperatif pada penyidik saat dimintai keterangan," terang Sudamiran pada wartawan saat dikonfirmasi.

Dalam kasus tersebut, polisi sudah memeriksa 42 mahasiswa asal papua, dan 6 warga sekitar asrama mahasiswa papua, Jalan Kalasan 10 Surabaya.

Editor:Nur Atika