Bukan Kaleng-kaleng, Diskes Berlakukan Sanksi ASN Ketahuan Merokok

BONEPOS.COM, SINJAI - Dinas Kesehatan (Diskes) Kabupaten Sinjai serius menerapkan Gerakan Hidup Masyarakat Sehat (Germas). Buktinya, pemberian sanksi bagi ASN yang ketahuan merokok.

Kepada Bonepos, Kepala Dinas (Kadis) Kesehatan Kabupaten Sinjai, Andi Suryanto Asapa menjelaskan, pemberlakuan sanksi hanya untuk instansi Diskes Sinjai. Untuk ASN dan non ASN.

"Kami mengambil ujicoba, khusus di Dinas Kesehatan dan telah diberlakukan sejak hari Senin kemarin (26/8/2019)," kata Suryanto, Selasa (27/8/2019).

Bagi yang kedapatan merokok, sanksi pun menanti bagi perokok tersebut. Kata Suryanto, sanksi diberikan berupa denda Rp100 ribu.

"Harus ada bukti dari foto ataupun video yang diambil oleh petugas yang ada di Dinas Kesehatan. Jadi ini kami utamakan, sekali lagi, untuk petugas ASN dan non ASN di Dinas Kesehatan Sinjai," ujarnya.

Pemberlakuan aturan ini, agar keluarga bebas asap rokok. Ini juga menjadi dasar, karena angka penyakit tidak menular, terutama akibat penyakit jantung, sangat drastis naik. Jadi sepuluh penyakit terbanyak.

Bukan itu saja, ada tiga alasan yang mendasari sehingga diberlakukannya aturan ini. Adanya peraturan bersama Kementerian Kesehatan maupun Kemendagri tentang pelaksanaan kawasan tanpa rokok.

Tidak hanya itu, Instruksi Menteri Kesehatan nomor 84 Tahun 2002. Juga ada SK Kepala Dinas Kabupaten Sinjai tahun 2013 Nomor 443 tentang Kawasan Bebas Asap Rokok, serta memang ada SPM dan indikator keluarga sehat yang dijadikan dasar.

"Marilah kita hidup sehat dan jadi gerakan masyarakat hidup sehat, dengan tidak merokok, kemudian harus berolahraga secara teratur, makan sayur-sayuran, kemudian istirahat yang cukup dan pemeriksaan kesehatan secara rutin. Dan berdasarkan data dan penelitian, bahwa kanker akibat rokok itu memang tinggi," ucapnya.