Pedagang Pasar Tempe Keluhkan Ukuran Petakan Jualan

BONEPOS.COM, WAJO - Pedagang yang merupakan korban kebakaran Pasar Tempe, Sengkang, Wajo, mengapresiasi perhatian Pemerintah Kabupaten Wajo dengan menyiapkan petakan untuk berjualan sementara. Hanya saja, ukurannya perlu dirasionalisasi.

Kepada Bonepos, pedagang sayuran di Pasar Tempe, Irma Satar bercerita, ukuran petakan 1,5x1,5 meter dinilainya terlalu kecil untuk berdagang.

"Jangan samakan semua (ukurannya). Karena masing-masing beda yang dijual," ujar Irma, Rabu (28/8/2019).

"Kalau ukuran 3x2 meter sudah memadai buat jualan campuran sama sayuran," sambungnya.

Senada hal tersebut disampaikan pedagang lainnya, Nurdalia (40). Diakuinya ukuran yang disiapkan Pemkab Wajo, kecil.

"Bagusnya 2x2 meter. Karena masih sempit (1,5x1,5 meter). Pakaian jadi dijual. Dimana disimpan barang, dimana juga duduk," ujarnya.

Nurdalia berharap, Pemkab Wajo bisa secepatnya membangun kembali Pasar Tempe. "Supaya tidak menderita. Lebih cepat lebih bagus," akunya.

Sementara itu, Koordinator Pasar, A. Baso menjelaskan, tempat-tempat yang sementara dikerjakan tersebut nantinya diperuntukkan bagi para korban. Tidak ada biaya yang dibebankan kepada pedagang. Murni tanggungan Pemkab Wajo.

"Satu petak berukuran 1,5 meter x 1,5 meter. Ada 700 pelataran yang disiapkan," kata Baso.

Sekadar diketahui, kobaran api menghanguskan Pasar Tempe, Sengkang, Kabupaten Wajo pada Sabtu (24/8/2019). Ada sekitar 692 pedagang yang jadi korban amukan si jago merah tersebut.

Penulis:Risal Basri