Sulsel Berpotensi Kehilangan Tiga Emas di PON Papua, Ini Analisisnya

BONEPOS.COM, MAKASSAR - Jumlah cabang olahraga (cabor) yang dipertandingkan pada PON XX 2020 di Papua, berkurang. Semula ada 47, turun menjadi 37 cabor.

10 cabor yang dipangkas tersebut belum disebutkan. Masih menunggu hasil pengkajian.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, cabor-cabor yang berpotensi tidak dipertandingkan, diantaranya bermotor, bridge, catur, cricket, dansa, gateball, petanque, selam, ski air, dan woodball.

Dikonfirmasi perihal tersebut, Binpres KONI Sulsel, Abraham Razak mengaku, pihaknya belum mendapatkan informasi resmi cabor apa saja yang resmi tidak digelar di PON XX 2020 di Papua.

Kalau dilihat dari sudut pembinaan, kata Abraham, ini untung rugi. Karena yang berpotensi menyumbangkan medali emas seperti dansa, dua sampai tiga emas.

Lalu, balap motor bisa meraih perak atau perunggu. Demikian petangue juga berpotensi dapat perunggu. Sedangkan tujuh cabang lainnya, terbilang masih berat bersaing. Namun demikian, kans membuat kejutan dari atlet Sulsel, masih terbuka.

"Kalau benar dansa tidak dipertandingkan di PON, maka sangat disayangkan. Sulsel bisa kehilangan emas sampai tiga keping. Karena dansa salah satu andalan Sulsel meraih medali setiap keikutsertaan PON," tuturnya, Kamis (29/8/2019).

Namun demikian, Pelatih dansa Sulsel, Lie Tanser belum mendapatkan informasi resmi dari PP. "Kami berharap semoga bisa lolos (dipertandingkan di PON Papua)," harapnya. (ril)