Karena Alasan Ini, Jemaah Haji Tertua Sulsel Dipulangkan Lebih Cepat

BONEPOS.COM, BONE - Dua jemaah haji asal Kabupaten Bone dipulangkan lebih awal. Keduanya adalah satu keluarga yakni Hj St Amase Binti Parawangi Senge usia 102 tahun dan anaknya H Kamaludding Bin Salanra sebagai pendamping.

Jemaah haji tertua di Sulsel itu dipulangkan lebih awal ke Tanah Air karena sakit.

Keduanya adalah jemaah haji yang tergabung dalam kloter 2 Bone. Mereka dipulangkan bersama kloter 17 UPG gelombang 1, Makassar, Luwu, Palopo dan Papua, dengan menumpangi pesawat Garuda Boing 744 yang mendarat pada pukul 18.35 Wita di Bandara Hasanuddin Makassar, Kamis (29/8/2019).

Hj St Amase Binti Parawangi Senge usia 102 tahun dan anaknya H Kamaludding Bin Salanra adalah warga asal Dusun 2 Lompoe Desa Lanca Kecamatan Tellu Siattinge, Kabupaten Bone.

Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Bone Wahyuddin Hakim mengatakan, saat ini Hj St Amase dan anaknya H Kamaludding sudah tiba di Kabupaten Bone.

"Yang sakit adalah St Amase dan pemulangannya sudah sesuai prosedur yang berlaku yaitu pertimbangannya bila sakit bisa dipulangkan lebih awal," kata Wahyuddin, kepada Bonepos.com, Jum'at (30/8/2019).

Ditambahkan Plh Kasi Haji dan Umrah Kemenag Bone Ahmad Yani Madjid bilang, pemulangan lebih awal ini bisa juga atas permintaan sendiri atau keluarga sehingga petugas haji dapat memulangkan jemaah lebih awal.

"Itu namanya Tanazzul, atas permintaan sendiri atau dengan pertimbangan kesehatan," kata Ahmad Yani.

Untuk diketahui sampai hari ini jumlah jemaah haji asal Kabupatem Bone yang meninggal dunia di Tanah Suci Makkah sebanyak 2 orang yaitu atas nama A Lawu Bin Syamsuddin umur 62 tahun dari kloter 3 dan Naisa Binti Kulasse umur 71 tahun tergabung dalam kloter 2 Bone.