Pembunuhan Sadis, Terkuaknya Sandiwara Si Istri Keji

BONEPOS.COM, Pembunuhan keji Ayah dan Anaknya yang didalangi oleh Istri muda, berinisial AK tengah jadi topik yang ramai dibicarakan publik. Berbagai fakta seputar kasus tersebut mulai beredar di masyarakat.

Fakta pun terkuak, ibu tiri keji itu tega dan bahkan menyewa 4 orang eksekutor dengan bayaran fantastis untuk menghabisi nyawa suami dan anak tirinya sendiri.

AK bahkan rela merogoh kocek hingga Rp 500 juta untuk menyewa pembunuh bayaran demi melancarkan rencananya.

Terungkap jika motif pembunuhan yang direncanakan AK adalah masalah harta.

AK sendiri terlilit hutang piutang sehingga ia harus melunasinya dan bermaksud menjual aset sang suami untuk membereskan masalah hutang ini.

Akan tetapi Pupung tak mengizinkan AK menjual aset miliknya, sehingga AK mencoba mencari jalan pintas.

Belakangan juga diketahui, AK turut membunuh sang anak tiri lantaran ingin memutus hak waris Pupung hingga jatuh ke tangannya semua.

AK juga meminta bantuan keponakannya yang bernama Geovani Kelvin, terlibat menjadi salah satu eksekutor.

Melansir dari Tribun Jabar, sebelumnya telah diberitakan kalau ada satu orang pelaku pembunuhan keji ini yang mendapatkan perawatan di rumah sakit, yang ternyata adalah Geovani Kelvin.

Saat itu, Geovani Kelvin datang ke rumah sakit diantar oleh otak pembunuhan yang tidak lain adalah AK.

Kepada petugas medis, Geovani Kelvin mengaku kalau Aulia Kesuma adalah ibunya.

Namun, baru-baru ini diketahui hubungan sebenarnya antara otak pembunuhan dan pelaku pembunuhan ini.

Rupanya, Geovani Kelvin adalah keponakan Aulia Kesuma, dan bukan anak seperti yang diakui pelaku.

Geovani Kelvin dirawat di Rumah Sakit Pertamina, Jakarta karena mendapatkan luka bakar saat menjalankan aksinya.

Ia berperan sebagai penyiram bensin dan menyulut api untuk membakar mobil beserta jasad Pupung dan Dana.

Pembakaran itu dilakukan untuk menghilangkan jejak pembunuhan.

Namun selain membakar mobil serta jenazah, rupanya AK juga bersandiwara agar jejaknya tak terendus pada pembunuhan sadis itu.

Dari tayangan "Sapa Indonesia Malam" di Kompas TV pada Selasa 2 Agustus 2019, terungkap jika AK awalnya berpura-pura tak mengetahui keberadaan sang suami.

AK mengirimkan pesan ke nomor WhatsApp suaminya, menanyakan keberadaan Pupung.

Ia berlaku seolah-olah sedang mencari suaminya, padahal saat itu Pupung telah dibunuh oleh 4 orang eksekutor yang ditugaskan oleh AK sendiri.

AK juga berpura-pura tak tahu apa-apa, walau akhirnya terungkap oleh pihak kepolisian jika AK yang menjadi dalang pembunuhan sadis tersebut.