Stunting di Sinjai Tembus 250 Kasus, Apa Langkah Penanggulangannya

BONEPOS.COM, SINJAI - Ketua TP PKK Kabupaten Sinjai, Andi Nurhilda Daramata Seto ambil bagian pada kegiatan Sinkronisasi Program Pencegahan Anak Kerdil Melalui Peningkatan Kompetensi Pendidik PAUD menggunakan anggaran desa Tahun 2019. Kegiatan ini dipusatkan di Hotel Novotel Samator, Surabaya, Jawa Timur, Kamis malam (28/8/2019).

Acara ini dibuka Direktur Pembinaan Guru dan Tenaga Kependidikan PAUD dan Pendidikan Masyarakat (PGTK PAUD dan Dikmas) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, Abdoellah.

Dalam sambutannya, Abdoellah mengatakan, sinkronisasi ini dimaksudkan untuk melihat data dan kesiapan 25 kabupaten sasaran dalam melaksanakan program pencegahan anak kerdil melalui penganggaran dana desa pada Tahun 2020 mendatang. Hal ini menurutnya dapat dilakukan dengan meningkatkan kompetensi pendidik PAUD di desa-desa.

Sementara itu, Bunda PAUD Kabupaten Sinjai, Andi Nurhilda Daramata Seto bilang, pendidikan anak usia dini memiliki peran penting dalam pencegahan anak kerdil atau stunting.

Menurutnya, masa perkembangan anak usia PAUD merupakan masa-masa keemasan pertumbuhan otak anak, sedangkan stunting itu sendiri bukan hanya mengenai fisik tetapi juga pertumbuhan otak anak-anak sehingga kualitas pendidik PAUD sebagai ujung tombak perlu dioptimalkan.

"Anak-anak kita adalah aset daerah dan bangsa, maka hal ini harus menjadi tanggung jawab bersama pemerintah daerah dan tentunya juga pemerintah desa. Jumlah stunting di Sinjai mencapai 250an lebih, dan kita akan upayakan bersama-sama melalui dana desa demi percepatan penanggulangan anak kerdil di Sinjai," kata Hj.Andi Nurhilda Daramata Seto.

Andi Nurhilda juga berharap selain meningkatkan kualitas guru PAUD, beberapa pencetus terjadinya stunting juga harus menjadi perhatian bersama.

"Ini harus menjadi perhatian bersama, contohnya kebersihan lingkungan, sanitasi, serta bagaimana mengedukasi para orang tua," jelasnya.