Keterbukaan Informasi Publik Kota Makassar Diakui, Ini Buktinya

BONEPOS.COM, MAKASSAR - Pemerintah Kota Makassar melalui Bagian Humas Setda Kota Makassar sukses menyabet dua penghargaan sekaligus di malam Anugerah Humas Indonesia (AHI) 2019 dihelat di Balai Kota Tangerang, Jumat (30/8/2019).

Kedua penghargaan itu adalah penghargaan Silver untuk kategori Aplikasi Pelayanan Informasi Terinovatif dengan sub kategori pemerintah daerah yang diserahkan oleh Direktur PR Indonesia Group Frans Sutejo kepada Pj Wali Kota Makassar, Iqbal Suhaeb.

Penghargaan Terpopuler di Media Online 2019 dengan sub kategori pemerintah kota yang diserahkan oleh Founder & CEO Humas Indonesia Asmono Wikan kepada Kabag Humas Setda Kota Makassar Firman Hamid Pagarra.

"Alhamdulillah. Makassar berhasil meraih dua penghargaan kompetisi AHI 2019. Ini adalah bentuk apresiasi terhadap kinerja kelembagaan kita khususnya di bidang kehumasan," kata Pj Wali Kota Makassar Iqbal Suhaeb.

Makassar berhasil menyabet penghargaan Silver untuk kategori Aplikasi Pelayanan Informasi Terinovatif karena dinilai telah memenuhi syarat dalam mengimplementasikan UU No 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (KIP).

Melalui aplikasi ini, Makassar juga dinilai bersungguh-sungguh memberikan pelayanan informasi kepada publik sehingga secara tidak langsung turut mem-PR-kan organisasinya sebagai lembaga yang kredibel dan akuntabel.

Pemkot Makassar dinilai layak mendapatkan penghargaan Terpopuler di Media Online 2019 karena unggul dalam kuantitas ekspos pemberitaan positif, dengan mempertimbangkan konten pemberitaan yang dianalisis secara manual oleh tim media analyst Indonesia Indicator.

Founder dan CEO Humas Indonesia Asmono Wikan yang juga menjadi juri bilang, seluruh peserta yang telah mengikuti kompetisi AHI patut mendapat apresiasi tinggi.

Kompetisi AHI 2019 diikuti lebih 100 entri dari sekitar 50 lembaga pemerintah dan korporasi. Proses penjurian menyertakan lima juri independen dan Indonesia Indicator yakni Emilia Bassar, Maria Wongsonagoro, Asmono Wikan,
Zinnia Nizar, dan John Fresly Hutahayan.(ril)