Tegas Soal Stunting, Diskes Intervensi Ibu Hamil

BONEPOS.COM, SINJAI - Pemerintah Kabupaten Sinjai serius menanggulangi stunting. Terbukti, sudah ada tim terpadu. Seperti, Bappeda sebagai leading sektor, perikanan, pertanian, ketahanan pangan, kesehatan, pendidikan, dan RSUD.

Khusus Dinas Kesehatan (Diskes) melakukan intervensi dini dimulai saat ibu hamil, kemudian 1.000 hari pertama kehidupan, kalaupun sudah terjadi stunting dilakukan stimulasi, imunisasi, pencegahan infeksi, serta intervensi terhadap lingkungan sehat.

Kepala Diskes Sinjai, Andi Suryanto Asapa menyebutkan, poin paling penting dalam penanggulangan stunting adalah bagaimana PAUD atau kelompok bermain bisa terlibat lebih aktif.

"Tentu dengan pelibatan OPD seperti Dinas Perikanan, Pertanian, Tanaman Pangan, PUPR dan RSUD. Dengan keterpaduan ini diharapkan bisa memperbaiki status kesehatan anak sehingga masih ada waktu untuk intervensi perkembangan otaknya lebih optimal," papar Suryanto, Jumat malam (30/8/2019).

Sementara itu, Bunda PAUD Kabupaten Sinjai, Andi Nurhilda Daramata Seto bilang, pendidikan anak usia dini memiliki peran penting dalam pencegahan anak kerdil atau stunting.

Menurutnya, masa perkembangan anak usia PAUD merupakan masa-masa keemasan pertumbuhan otak anak, sedangkan stunting itu sendiri bukan hanya mengenai fisik tetapi juga pertumbuhan otak anak-anak sehingga kualitas pendidik PAUD sebagai ujung tombak perlu dioptimalkan.

"Anak-anak kita adalah aset daerah dan bangsa, maka hal ini harus menjadi tanggung jawab bersama pemerintah daerah dan tentunya juga pemerintah desa. Jumlah stunting di Sinjai mencapai 250an lebih, dan kita akan upayakan bersama-sama melalui dana desa demi percepatan penanggulangan anak kerdil di Sinjai," kata Nurhilda.

Nurhilda berharap selain meningkatkan kualitas guru PAUD, beberapa pencetus terjadinya stunting juga harus menjadi perhatian bersama.

"Ini harus menjadi perhatian bersama, contohnya kebersihan lingkungan, sanitasi, serta bagaimana mengedukasi para orang tua," tambahnya.