Heboh, Kisah Horor KKN di Desa Penari. Ini Klarifikasi Penulis!

BONEPOS.COM, Hampir sepekan warganet heboh dengan postingan kisah horor KKN Desa Penari yang dibagikan oleh akun anonim @SimpleM81378523 di twitter.

Cerita tersebut viral hingga tagar #kkndidesapenari menjadi trending di Twitter. Ya, netizen sangat antusias menanggapi cerita mistis ini. Banyak yang melakukan pembahasan hingga membuat guyonan-guyonan lucu berkarakter di cerita mistis KKN di Desa Penari.

Akun anonim Twitter @SimpleM81378523 membuat thread yang sangat panjang membahas tentang cerita mistis yang melibatkan bebeberapa mahasiswa KKN di Jawa Timur.

Akun anonim tersebut membuat dua thread. Thread yang pertama bersudut pandang cerita dari karakter Widya dan yang kedua menceritakan dari sudut pandang Nur. Kedua thread ini saling menyambung dan melengkapi satu sama lain. Tidak disangka, cerita yang dituliskan di thread Twitter ini menjadi viral dan ramai.

Viralnya KKN Desa Penari juga membuat beberapa orang melakukan penelusuran lokasi. Banyaknya reaksi netizen yang terlalu berlebihan ini, membuat si penulis cerita ingin mengklarifikasi kebenaran dari cerita mistis yang ia buat.

Melalui konten Youtube Raditya Dika, si penulis membuat klarifikasinya di video berdurasi 22:15 menit. Melalui voice note, si penulis menceritakan panjang lebar tentang kejadian sebenarnya KKN di Desa Penari. Penasaran kan bagaimana fakta-fakta yang disampaikan penulis di YouTube Raditya Dika.

Berikut Bonepos.com rangkum dari YouTube Raditya Dika, Ahad, 1 September 2019.

1. Cerita berasal dari ibu penulis

Penulis menuturkan bahwa cerita yang ia tulis berasal dari teman dari ibunya yang lintas usia. Kemudian si penulis menghubungi teman ibunya dan meminta menjelaskan lebih detail cerita tersebut.

Awal mulanya, narasumber yang disamarkan menjadi karakter Widya enggan bercerita. Namun atas dasar bisa menjadi pembelajaran untuk orang lain, narasumber akhirnya mau bercerita secara detail dengan syarat mengaburkan semua poin tentang universitas dan desa kejadian.

"Setelah mendengar penuturan saya, akhirnya beliau setuju dan meminta saya untuk benar-benar mengaburkan semua poin dari universitas, desa bahkan bagaimana cara untuk menuju ke sana semua saya set ulang," ujar si penulis.

2. Cerita sudah tidak murni lagi

Karena syarat dari narasumber karakter Widya meminta untuk menyamarkan tempat, maka penulis harus menyetting ulang cerita agar terlihat nyata dan saling berhubungan. Penulis mengakui bahwa cerita tersebut ada bagian yang ia lebih-lebihkan dan ada juga ada yang ia kurangi. Hal tersebut dilakukan agar cerita lebih menarik.

"Cerita yang saya tulis dan narasumber ceritakan tidak murni semua sama. Ada beberapa bagian yang harus saya susun ulang karena terlibat dalam KKN ini sebenarnya 14 orang, tidak hanya enam orang," kata si penulis.

Meskipun mengakui ada beberapa bagian yang diubah, namun penulis menegaskan bahwa ceritanya tetap berbenang merah dengan kisah nyata narasumber dan teman KKN-nya. Salah satu cerita yang diubah penulis ialah saat karakter Widya dan Wahyu bertugas membeli perlengkapan KKN ke kota. Saat pulang melewati hutan, motor mereka mogok dan dibantu oleh orang-orang desa yang tak lain ialah makhluk halus.

"Bisa diambil kesimpulan bahwa cerita yang saya tulis ini tidak murni sama dengan cerita yang saya dengar. Karena ada bagian-bagian yang lebih-lebihkan dan saya kurangi karena alasan saya sendiri, dan ada cerita murni dari narasumber dan teman-teman KKN nya yang mengalami ini secara langsung," tambah si penulis.

3. Agar cerita bisa terhubung, penulis menemui narasumber kedua

Narasumber kedua adalah narasumber yang disarankan oleh narasumber pertama karakter Widya. Narasumber kedua diangkat sebagai karakter  Nur.

Awalnya, narasumber kedua enggan menceritakan cerita versinya. Namun setelah dijelaskan bisa menjadi bahan pembelajaraan buat orang lain, narasumber kedua mau bercerita. Si penulis pun menghampir narasumber kedua ditemani oleh narasumber pertama.

"Melengkapi kejadian yang mbak Widya nggak paham. Dan mendengar cerita dari mbak Nur, mbak Widya sama kagetnya dengan saya. Kok ceritanya seperti berkesinambungan. Akhirnya saya tulis itu dan mungkin lebih cocok dijadikan dua thread," ujar si penulis.

4. Lokasi KKN bukan daerah Rawa Bayu

Banyak yang penasaran dengan lokasi cerita mistis KKN di Desa Penari. Bahkan sudah ada yang melakukan investigasi di video YouTube yang menyebut Rawa Bayu merupakan lokasi KKN. Melihat hal ini, si penulis menegaskan bahwa Rawa Bayu tidak berhubungan dengan lokasi yang ia ceritakan.

"Saya tegaskan bahwa kejadian ini tidak ada hubungannya dengan Rawa Bayu. Jadi untuk teman-teman mohon kebijaksanaannya, karena ada yang harus saya jaga. Salah satunya adalah amanat," ujar si penulis.

5. Tebakan netizen ada yang benar

Raditya Dika menanyakan kepada penulis cerita mistis KKN di Desa Penari, apakah dari tebakan netizen tentang lokasi KKN ada yang benar? Jawaban dari si penulis ialah benar, tebakan netizen ada yang sesuai dengan lokasi KKN.

"Saya membaca semuanya, tapi saya tidak bisa mengatakan di mana lokasi KKN berada. Seperti janji saya kepada narasumber untuk merahasiakan nama kampus dan lokasi kejadian. Jika ada pertanyaan apakah ada tebakan yang benar, maka saya akan mengatakan ada," kata si penulis.

6. Foto yang diduga Bima dan cerita sudut pandang Mas Ilham adalah hoax

Netizen selalu menerka-nerka dan menyambungkan satu kejadian dengan kejadian lainnya tentang KKN di Desa Penari. Seperti menduga foto Bima yang berlatar belakang petilasan yang ramai di media sosial. Penulis memberi konfirmasi bahwa foto yang diduga Bima adalah hoax.

"Itu cuma hoax. Orang iseng yang cuma sekedar ingin membagikan foto yang kebetulan dia ada di salah foto yang di thread saya jadikan sebagai penggambaran dari cerita yang ingin saya sampaikan," ujar penulis.

Tidak hanya foto saja, muncul cerita lain dari versi Mas Ilham di media sosial. Penulis mengungkapkan bahwa cerita versi Mas Ilham yang merupakan kakaknya karakter Ayu tidak bisa dipertanggungjawabkan keasliannya.

"Setelah saya konfirmasi ke narasumber, dia lebih ke nggak percaya sih. Desa itu benar-benar ada sih. Dan kalau dibilang Mas Ilham pengen menumbalkan Widya itu nggak sih," tambah penulis.