Kesulitan Air Bersih, Santri di Bone Terpaksa Pakai Air Sumur

BONEPOS.COM, BONE - Kemarau panjang hampir melanda seluruh wilayah di Kabupaten Bone. Salah satu yang terkena dampaknya, Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Junaidiyah di Kelurahan Biru, Kecamatan Tanete Riattang, Kabupaten Bone.

Untuk beraktifitas, 732 santri dan santriwati hanya mengandalkan suplai air bersih dari delapan sumur yang dipasangi dinamo.

"Sumber air bersih kita hanya mengandalkan air sumur tapi kalau kemarau, air sulit terutama untuk aktivitas mandi, cuci dan masak," ungkap Pimpinan Pondok KM H Jamaluddin Abdullah saat ditemui Bonepos.com, Minggu (1/9/2019).

Lanjut Jamaluddin, pihaknya telah mendapat saran dari Wakil Bupati Bone untuk menyiapkan tempat penampungan air yang disiapkan khusus untuk dapur dan asrama.

"Jadi kita butuh bak penampungan air yang digunakan untuk memasak. Nanti bisa disuplai mobil tangki PDAM setempat," ungkapnya.

Lebih jauh dia menjelaskan saat kemarau, santri yang mondok di Ponpes ini terpaksa harus antre dan mandi di rumah masyarakat. "Insya Allah kita akan mengupayakan bak penampungan air tapi tentu kami meminta tanggapan wali santri untuk memenuhi kebutuhan air itu," tambahnya.