Masa Depan Indonesia Dibahas di Mesir

BONEPOS.COM, MESIR - Ikatan Keluarga Alumni AL-Ikhlas (IKA AL-Ikhlas) bersama Kerukunan Keluarga Sulawesi Mesir (KKS Mesir) helat Seminar Keilmuan Islam Moderat di Baruga Sulawesi Nasr City Kairo, Sabtu (31/8/2019).

Hadir sebagai narasumber, Ustaz Mahkamah Mahdi (pakar ushul al-Fiqh yang sedang menempuh pendidikan S3 Al-Azhar Mesir) dan Ustaz Ahmad Ikhwani (pakar Hadis yang telah menempuh pendidikan S3 Al-Azhar Mesir).

Ketua panitia pelaksana, Muhammad Lutfan Ilham mengatakan, kegiatan ini digelar mengantisipasi bahaya Radikalisme di Tanah Air.

"Latar belakang kegiatan yang kita laksanakan ini karena bahayanya radikalisme di Indonesia, dan juga sudah tugas kita sebagai mahasiswa Al-Azhar (untuk menumpas radikalisme). Selain itu kegiatan ini diharapkan menjadi perpanjangan tangan guru-guru kita, dan ulama-ulama kita dalam penanganan radikalisme di Indonesia," papar Lutfan.

Ketua IKA AL-Ikhlas Cabang Mesir Andi Ikhlas Zul Ramadhan mengaku, kegiatan ini sebagai bentuk kekhawatiran akan Indonesia ke depan.

Pondok Pesantren Al-Ikhlas sendiri merupakan lembaga pendidikan yang diketuai Prof. KH. Nasaruddin Umar, mantan Wakil Menteri Agama pada periode 2011-2014 lalu.

Ustaz Mahkamah Mahdi dalam materinya mengungkapkan, ada orang yang mewakili partai Islam, sangat alergi dengan istilah-istilah moderat, dengan alasan jika ada Islam Moderat berarti ada Islam yang tidak moderat.

"Sebenarnya ini hanyalah persoalan bahasa, misalnya kalau saya mengatakan 'Pancasila yang Sakti' adakah Pancasila yang tidak sakti? tidak ada. Jadi kata 'sakti' adalah Bayan li al-Waqi' (untuk menjelaskan sifat yang sebenanya)," ungkapnya.

"Jadi Wasathiyyah (Moderasi) terkait dengan semua lini kehidupan, baik itu dalam kepercayaan, pola pikir, moral, politik, dan hubungan dengan non Muslim," lanjut pria kelahiran Bone ini.

Sementara itu, Ustaz Ahmad Ikhwani menegaskan, pemahaman yang ekstrem dan radikal cepat atau lambat akan tertolak, karena tidak sejalan dengan jati diri bangsa Indonesia yang majemuk.

"Dan yang terakhir, Wasathiyyah (Moderasi) adalah sebuah karakter dan ciri utama ajaran Islam, sangat tepat untuk memelihara perdamaian Indonesia, bahkan dunia pada umumnya," tutur Doktor asal Lampung ini.

Penulis:Julfiadi