Air Bersih Susah, Masyarakat Sengkang Menjerit

BONEPOS.COM, WAJO - Masyarakat di Sengkang, Kabupaten Wajo, mengeluhkan ketersediaan air bersih. Masyarakat pun menjerit.

Warga Jalan Lapabbe, Kasino mengatakan, air bersih di rumahnya mengalir satu minggu hanya tiga kali. Itupun harus pakai dinamo.

"Kalau tidak pakai dinamo, airnya hanya menetes," keluh warga yang berprofesi sebagai penjual bakso ini, Selasa (3/9/2019).

Senada hal tersebut disampaikan masyarakat Sengkang lainnya, Darni. Perempuan yang karib disapa Bunda ini mengaku susah mendapatkan air bersih.

"Jadi terpaksa, untuk memenuhi kebutuhan air bersih saya beli. Harganya Rp50 ribu untuk satu gentong," akunya.

Menanggapi keluhan masyarakat Sengkang tersebut, Direktur PDAM Kabupaten Wajo, Fakhruddin memaparkan, terganggunya aliran air bersih ke rumah warga disebabkan musim kemarau. Sehingga kapasitas air menurun.

"Debit air bersih PDAM Wajo menurun. Sementara tingkat kekeruhan air cukup tinggi," ujarnya.

Upaya penanggulangan terkait kondisi ini, kata Fakhruddin, pihaknya menyampaikan ke masyarakat untuk menggunakan air secukupnya.

Sekadar diketahui, saat ini, pelanggan PDAM Wajo sekitar 16 ribu. 12 ribu diantaranya berada di Sengkang.

Penulis: Risal Basri