PSK Penyebab HIV/AIDS di Sinjai, Diskes Siapkan Penangkal

BONEPOS.COM, SINJAI - Kasus penyakit HIV/AIDS di Kabupaten Sinjai, tergolong banyak. Dinas Kesehatan (Diskes) terus memacu diri melakukan upaya pencegahan dini.

Berdasarkan data Diskes Sinjai, pada tahun 2011 pengidap HIV dan AIDS 4 orang, tahun 2012 3 orang, tahun 2013 7 orang, tahun 2014 18 orang, tahun 2015 19 orang, tahun 2016 26 orang, tahun 2017 28 orang, dan tahun 2018 28 orang. Hingga semester I pada tahun 2019, terdapat sudah ada 18 orang.

Kepada Bonepos.com, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sinjai, Andi Suryanto Asapa mengatakan, dari tahun 2011 sampai Juni 2019, terdapat 151 penderita positif HIV dan AIDS.

"42 diantaranya meninggal, dan 53 yang sedang dalam pengobatan. Selain itu, ada 4 orang yang telah berpindah tempat ke daerah lain untuk pengobatan, dan selebihnya orang yang hanya datang memeriksakan dirinya dalam arti belum masuk perawatan, berobat di daerah lain," papar Suryanto, Rabu (11/9/2019).

Lebih lanjut, faktor risiko kasus HIV/AIDS di Sinjai, terdeteksi akibat pelanggan pekerja seks komersial (PSK) (46 persen), lelaki seks lelaki (24 persen), pasangan risti (21 persen), dan waria (9 persen).

Langkah-langkah yang dilakukan Diskes Sinjai, yaitu melakukan pemeriksaan dan screening serta penemuan kasus terutama populasi kunci. Nah, populasi kunci tersebut, seperti waria, nelayan, lelaki seks lelaki, ibu hamil, pasien TB, IMS, dan hepatitis.

"Penyebab HIV/AIDS atau Acquired Immunodeficiency syndrome atau Acquired Immune Deficiency Syndrome ( AIDS ) adalah sekumpulan gejala dan infeksi yang timbul karena rusaknyan sistem kekebalan tubuh manusia akibat infeksi virus HIV (Human Immunodeficiency Virus)," jelas Suryanto.