Berani Main-main Alat Deteksi Pajak di Makassar, KPK: 6 Tahun Penjara Menanti

BONEPOS.COM, MAKASSAR - Masih banyak wajib pajak yang mangkir dari kewajiban membayar pajak. Ada berbagai alasan dilakukan agar bisa terhindar dari pajak.

Pj Wali Kota Makassar, Iqbal Suhaeb bersama Bapenda dan Tim Koordinasi Supervisi dan Pencegahan (Korsupgah) KPK RI Wilayah VIII bersama-sama mengunjungi beberapa outlet di kota Makassar, Jumat (13/9/2019).

Aksi gabungan ini untuk meninjau sekaligus memasang alat rekam online yang fungsinya memberikan data real terhadap tiap transaksi yang terjadi di tempat tersebut.

Alat rekam online ini diperuntukkan bagi para pengusaha sebagai monitoring keluar masuknya transaksi yang akan terkoneksi langsung ke Bapenda maupun KPK. Hal ini akan menekan jumlah wajib pajak yang mangkir.

"Ada beberapa alat yang hari ini dipasang di berbagai tempat di antaranya di Hotel Grand Asia, cafe Starbucks dan McDonald's Mall Ratu Indah, Ayam Goreng Sulawesi Cabang Pattimura sebagai cikal bakal pelaporan pajak lebih akurat. Semua transaksi akan real datanya masuk dan tidak ada celah untuk lolos lagi," ujar Iqbal.

Tempat yang sudah dipasangi alat rekam ini juga ditempeli stiker dan banner sebagai tanda bahwa sedang dalam pengawasan. Bagi pelaku yang tetap mangkir tanpa alasan yang jelas, sudah disiapkan hukuman 6 tahun penjara.

"Ini semua sudah ada tandanya ya. Jangan main-main soal alat deteksi ini. Hukuman 6 tahun penjara menanti jika ke depan ditemukan pelanggaran. Upaya ini dilakukan untuk membantu pemerintah kota agar dapat memungut pajak yang seharusnya memang ada," kata Ketua Korsupgah KPK RI Wilayah VIII, Adliansyah Malik Nasution. (ril)