Jenis-jenis Aspal dan Fungsinya yang Wajib Diketahui

BONEPOS.COM - ISTIMEWA Evi Asjikin (Baju Dinas) saat memantau langsung proses pengaspalan jalan di Bone.

Kondisi jalan rusak hampir kita jumpai di setiap daerah, tak terkecuali di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan. Hal tersebut pasti tentunya akan mengganggu kenyamanan pengguna jalan dalam berkendara, bahkan kerap kali mengakibatkan kecelakaan lalu lintas.

Mungkin sebagian dari kita berfikir bahwa kerusakan jalan lebih disebabkan oleh pihak kontraktor yang mengerjakan jalan tersebut. Namun sebelum memutuskan hal tersebut, sebaiknya kita mencari tahu dulu tata cara pengaspalan serta faktor apa saja yang membuat jalan aspal cepat rusak.

Berikut ini, saya akan mengulas jenis-jenis aspal, dimana Aspal adalah Campuran agregat kasar , agregat halus dan bahan pengisi (filler)dengan bahan pengikat Aspal dalam kondisi suhu panas dengan komposisi yang di teliti dan di atur oleh spesifikasi teknis.

Dalam proyek jalan raya, Aspal terbagi dalam beberapa jenis yang pertama, prime coat (Lapis resap pengikat), Tack coat (Lapis perekat), Aspal Hotmix ACB (Ashpalt Concrete Base) atau ATB
Aspal Hotmix Binder Course (BC), Aspal Hotmix Wearing Course (AC- WC), Aspal Hotmix HRS (Hot Roller Sheet), Aspal Hotmix Fine Grade (FB) dan Shand Sheet.

Berikut penjelasan mengenai jenis-jenis aspal yang wajib diketahui :

1. Prime coat

Prime coat merupakan lapisan ikat aspal cair yang diletakkan di atas lapisan pondasi agregat kelas A. Lapis resap pengikat ini dibuat dari Aspal dengan penetrasi 80/100,atau penetrasi 60/70 yang di cairkan minyak tanah. Volume yang digunakan berkisar antara 0,4 sampai dengan 1,3 liter/m2.

Fungsi dari Aspal Prime Coat adalah untuk memberikan daya ikat antara lapis pondasi agregat dengan Aspal Hotmix. Selain itu, juga berfungsi untuk mencegah lepasnya butiran lapis pondasi agregat saat dilewati kendaraan sebelum dilapisi dengan Aspal Hotmix.

Kemudian Prime Coat juga berfungsi untuk menjaga lapis pondasi agregat dari pengaruh cuaca khususnya saat hujan sehingga air tidak masuk kedalam lapis pondasi agregat sehingga dapan menyebabkan kerusakan pada struktur jalan.

2. Tack coat

Tack coat merupakan lapisan perekat berupa Aspal cair yang diletakkan diatas lapisan beraspal atau lapis beton. Bahan lapis pengikat terdiri dari aspal emulsi yang cepat menyerap atau aspal keras.

Untuk pemakaiannya sendiri berkisar antara 0,15 sampai 0,50/m2 lebih tipis dibandingkan volume Prime coat.

Adapun fungsi utama dari Tack Coat adalah untuk memberikan daya ikat antara lapis lama dengan lapis baru.

3. Aspal Hotmix Ashpalt Concrete Base

Ashpalt Concrete Base atau AC Base adalah salah satu jenis Aspal Beton yang digunakan sebagai pondasi atau kontruksi jalan dengan lalu lintas berat atau jalan yang umumnya selalu dilalui kendaran dengan tonase yang besar. Adapun minimum ketebalannya mencapai 5 centimeter.

4. Aspal Hotmix Binder Course

Binder Course atau BC adalah lapisan perkerasan dibawah lapisan aus (wearing Course) dan diatas lapisan pondasi (Base Course).

Meski tidak berhubungan langsung dengan cuaca namun penerapan aspal ini minimum berada pada ketebalan 4 centimeter.

Adapun tujuannya yaitu untuk mengurangi ketegangan akibat beban lalu lintas pada bagian bawah lapisan.

5. Wearing Coarse

Wearing Coarse atau disebut juga Laston, merupakan lapisan perkerasan yang terletak paling atas atau lapis permukaan jalan dengan lalu lintas berat.

Adapun Laston dengan ketebalan minimum 4 centimeter ini berfungsi sebagai lapisan aus AC-WC, dimana dapat menambah daya tahan perkerasan terhadap penurunan mutu.

6. Hot Roller Sheet

Hot Roller Sheet, umumumnya dikenal dengan istilah HRS atau biasa juga disebut Lataston (lapisan tipis aspal beton).

HRS ini digunakan sebagai lapis permukaan konstruksi jalan dengan lalu lintas sedang minimum gelaran ketebalan yakni 3 centimeter.

7. Fine Grade

Fine Grade umumnya disingkat FG merupakan, salah satu jenis aspal hotmix yang biasa digunakan untuk jalan perumahan dengan beban rendah, yang ketebalannya minimum 3 cm.

8.Shand Sheet

Shand Sheet, merupakan jenis aspal yang digunakan untuk jalan perumahan dan perparkiran dengan tebal maksimum 2,8 centimeter.

Demikian ulasan singkat saya mengenai jenis-jenis aspal, tunggu tulisan saya berikutnya yang membahas mengenai faktor apa saja yang membuat aspal jalan menjadi kuat dan faktor apa saja yang membuat jalan aspal cepat rusak.

Wassalam,

Evi Asjikin Sosdja ST.
Kepala Seksi Pemeliharaan Jalan dan Jembatan
Dinas PU dan PTR Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan.