Program Lekas Bisa Jadi Opsi Penanggulangan Sampah di Bone, Ini Alasannya

BONEPOS.COM, BONE -- Inovasi Lembaga kajian dan advokasi lintas masyarakat (Lekas) Kabupaten Bone dalam mengatasi masalah persampahan di Bumi Arung Palakka, terus menuai respons positif.

Terbaru, Pakar Manajemen Pengelolaan Sampah, Asrul Hoesein mengepresiasi upaya Lekas Bone. Katanya, manajemen pengelolaan sampah tersebut digadang-gadang menyentuh seluruh wilayah kabupaten Bone dengan melibatkan desa-desa di wilayah tersebut.

Kendati demikian, Asrul Hoesein yang juga Direktur Eksekutif NGO Green Indonesia Foundation bilang, sinergitas lembaga masyarakat dan pemerintah harus sejalan dan seirama.

"Pemerintah dan Pemda harus turut serta memfasilitasi pengelola sampah, dengan terlebih dahulu menguatkan status badan hukum bank sampah," jelas Asrul, Selasa (17/9/2019).

Lebih jauh, kata Asrul, seharusnya dalam pendirian bank sampah harus berpola top-down atau peran pemerintah dan pemda yang harus dominan dan bukan bottom-up atau bukan diserahkan pada masyarakat.

Pengelolaan bank sampah harus mendapat nutrisi atau triger yang kuat dari pemerintah dan pemda untuk membangun dan menguatkan kinerja bank sampah sebagai perekayasa sosial dan perekayasa ekonomi atau bisnis.

Ketua Perkumpulan Aparatur Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Padesi) Kabupaten Bone, Haeril Kacong menyambut baik gagasan pengelolaan sampah tersebut, dia menuturkan, keterlibatan Badan usaha milik desa (Bumdes) memberi peran dari pemberdayaan masyarakat hingga menggerakkan roda ekonomi di desa.

"Itu bagus, kalau perlu lakukan studi banding di tempat-tempat pengelolaan sampah yang sudah sukses," ucap Heril yang saat ini menjabat Kepala Desa Ulubalang, Kecamatan Salomekko, Kabupaten Bone. (ril)