Aksi Brutal Oknum Aparat Di Dalam Masjid, Begini Peringatan PRIMA DMI

BONEPOS.COM, MAKASSAR - Setelah melakukan kekerasan terhadap awak media saat melakukan peliputan, publik kembali terhenyak dengan aksi oknum aparat kepolisian bersenjata mengejar mahasiswa sambil membentak-bentak di dalam masjid.

Dengan aksi yang dilakukan aparat kepolisian tersebut, memantik banyak kecaman. Apalagi video menampilkan tindakan tersebut sudah beredar luas.

Sekretaris Jendral (Sekjend) Pimpinan Pusat (PP) Perhimpunan Remaja Masjid Dewan Masjid Indonesia (PRIMA DMI), Abd. Haris Zainuddin mengingatkan kepada pihak aparat untuk lebih berhati-hati bertindak di dalam masjid.

“Sebelumnya, video seperti ini juga pernah beredar yang menunjukkan aparat berlaku kasar terhadap mahasiswa dalam masjid. Celakanya, oknum polisi di
dalam video tersebut juga selalu menunjukkan tidak melepas alas kaki,” ucap Haris.

Padahal, lanjut Haris, semua masjid sudah sangat jelas menentukan batas suci, yakni kawasan alas kaki harus dilepas. Setiap orang waras, apalagi di negeri
ini memahami batas suci masjid tersebut. Karena itu, ia mengaku tidak bisa menerima tindakan aparat seperti dalam video tersebut bagaimana pun kondisinya.

“Saya menduga, tindakan lupa batasan dari oknum aparat itu karena sudah sangat emosional. Tapi, tetap, aparat harus mengontrol diri, tetap memakai akal sehatnya. Termasuk dalam melihat tempat ia bertindak,” jelasnya.

Selain perihal batas suci masjid, Haris mengingatkan, ada larangan membawa senjata dan bertindak kekerasan di dalam masjid.

Meski belum jelas perihal asal-usulnya, video tersebut ramai beredar pada Selasa, 24 September 2019 sekira pukul 19.30 Wita itu, namun berdasarkan penelusuran Bonepos.com, interior masjid tersebut sama persis dengan masjid Syuhada 45 yang terletak di Kantor Pengadilan Tinggi Sulawesi Selatan. (ril)