Demo di Kantor DPRD Sinjai, Kursi Patah dan Pecah

BONEPOS.COM, SINJAI - Unjuk rasa yang dilakukan sejumlah perguruan tinggi di Kabupaten Sinjai, diwarnai keributan. Massa menolak revisi UU KPK, dan menolak kenaikan iuran BPJS serta menolak revisi RUU KUHP.

Pada saat sejumlah mahasiswa menyuarakan aspirasi dalam ruang rapat paripurna DPRD, tiba-tiba terjadi insiden keributan dan menyebabkan beberapa fasilitas kursi di DPRD patah-patah dan pecah.

Kabag Umum DPRD Sinjai, Muhammad Akbar Juhamran yang dikonfirmasi bonepos.com membenarkan adanya sejumlah fasilitas di kantor DPRD yang rusak.

Menurut Akbar, fasilitas yang rusak itu diantaranya kursi dan meja. Kendati demikian Akbar tetap berharap kepada pengunjuk rasa agar dapat menahan diri dan tetap tertib dalam menyuarakan aspirasinya.

"Setelah adik-adik mahasiswa masuk untuk berdialog di ruang paripurna, entah darimana asal mulanya, tiba-tiba terjadi keributan, sehingga ada beberapa kursi dan meja yang rusak. Dengan demikian, tentunya kami berharap kepada adik-adik mahasiswa agar tetap tertib dalam menyuarakan aspirasinya," kata Akbar. (ril)