SMA Di Bone Andalkan Tenaga Honorer, Kasek Trauma Kelola Dana BOS

BONEPOS.COM, BONE - Persoalan kekurangan guru ternyata menjadi salah satu keluhan yang disampaikan oleh sejumlah Kepala UPT SMA dan SMK dalam kunjungan kerja Tim Gubernur untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP) Provinsi Sulawesi Selatan.

Hal itu mengemuka ketika Tim Gubernur Heri Tahir didampingi Sekretaris Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan Setiawan Aswad menggelar pertemuan bersama Kepala UPT SMA dan SMK di Toraja Room Novena Hotel, Jl. Jend. Ahmad Yani kota Watampone, Selasa (24/9/2019).

Heri Tahir mengatakan, tujuan kunjungan ini dalam rangka menindak lanjuti harapan Gubernur Provinsi Sulawesi Selatan untuk program percepatan pembangunan sekaligus mendengarkan langsung keluhan tentang persoalan yang dihadapi sekolah.

"Kami turun untuk menindak lanjuti program Gubernur Sulawesi Selatan dan ingin mendengarkan apa keluhan dan persoalan-persoalan di sekolah," ungkap Heri.

"Setiap Kabupaten kekurangan guru PNS memang menjadi keluhan setiap sekolah sehingga masalah ini kita akan bicarakan dengan pihak terkait, Kepala Dinas Pendidikan dan stake holder bagaimana solusinya," sambungnya.

Sekretaris Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan Setiawan Aswad bilang, kebutuhan guru itu akan dipetakan lima tahun ke depan dan diharapkan data terupdate di dapodik. "Kita bisa lakukan pemetaan jumlah guru dengan mengupdate data secara baik," ujarnya.

Dalam kesempatan itu Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah III Provinsi Sulawesi Selatan A Syamsu Alam membenarkan bahwa di Kabupaten Bone masih kekurangan guru PNS.

"Banyak sekolah hanya kaseknya saja yang PNS dan 80 persen hanya mengandalkan tenaga honorer," ungkap A Syamsu Alam.

Dalam kesempatan tersebut selain masalah kekurangan guru sejumlah kepala sekolah juga menyampaikan rasa trauma terkait pengelolaan dana BOS serta ada pula usulkan permohonan bantuan infrastruktur sarana dan prasarana sekolah.

Penulis: Sugianto Warium