Soal Oknum ‘Polisi Bersepatu’ Masuk Masjid, FPI Surati Kapolda Sulsel

BONEPOS.COM, BONE - Dewan Pimpinan Wilayah Front Pembela Islam (DPW-FPI) Kabupaten Bone menyurati Kapolda Sulsel, Irjen Polisi Mas Guntur Laupe, terkait dugaan penistaan tempat peribadatan umat islam yang diduga dilakukan oknum Polisi saat aksi demo di Makassar, Selasa (24/9/2019) lalu.

Dalam suratnya, FPI mengutuk aksi yang diduga dilakukan oleh sejumlah oknum anggota Polisi di dalam Masjid Syuhada kompleks kantor Pengadilan Tinggi Makassar di jl Urip Sumoharjo, Makassar itu.

"Untuk itu, kami mendesak Kapolda agar menindak tegas dan memberikan sanksi kepada oknum anggota Polisi yang melakukan penistaan kepada sarana peribatan umat Islam itu sesuai hukuman yang berlaku," ungkap Ketua DPW FPI Bone, Isdris F.A Palloge dalam rilisnya, Jumat (27/9/2019).

Seperti diberitakan sebelumnya, sebuah video yang merekam sejumlah anggota polisi yang mengenakan sepatu laras mengejar dan menangkapi seorang mahasiswa di dalam masjid menjadi viral, dan mendapat perhatian warganet.

Setelah ditelusuri, ternyata kejadiannya di Masjid Syuhada dalam kompleks kantor Pengadilan Tinggi Makassar di jl Urip Sumoharjo, berdampingan dengan kantor DPRD Sulsel yang menjadi sasaran utama mahasiswa pengunjuk rasa.

Atas kejadian itu, Kapolda menyampaikan permohonan maaf dan akan bertanggungjawab atas perbuatan yang dilakukan oleh anggotanya tersebut.

"Terkait masalah itu, tentu saya selaku penanggung jawab, Kapolda Sulsel, saya bertanggug jawab, saya minta maaf dan akan cari anggota untuk ditindak tegas," katanya Kapolda.

"Itu kesalahan melanggar etika masuk masjid yang seharusnya bersih malah masuk tanpa buka alas kaki. Itu salah dan akan ditindak," tegasnya.