Karyawan UMI Didorong Jadi Pengurus Jenazah, Ini Skillnya

BONEPOS.COM, MAKASSAR - Unit Pelaksana Teknis Pendidikan Karakter dan Dakwah (UPT PKD) UMI gelar Pelatihan Penyelenggaraan Jenazah untuk Karyawan UMI di Aula Prof.Dr.Hj.Masrurah Mokhtar,M.A, Rabu (2/10/2019).

Ada 35 peserta dari fakultas dan unit dalam lingkup UMI ambil bagian dalam gelaran ini.

Rektor IV UMI M.Zein Irwanto membuka acara secara resmi mengemukakan, jika ada musibah kematian, maka orang lain yang mengurus jenazahnya. Padahal sebenarnya shahibul bait yang paling baik mengurus jenazah keluarganya.

Dilanjutkan Zein, bahkan Hadis Nabi menyebutkan jika suami meninggal, maka yang paling afdal, adalah istri yang memandikan, mengkafani, dan menguburkan. Namun jika istri tak kuasa menahan sedih, maka diberikan kepada orang yang ahli mengurus jenazah.

"Tujuan kegiatan ini, adalah untuk silaturrahmi. Selain itu silatul ilmi dan silatul amal. Kita akan sharing bersama, sehingga terjadi amal yang shahih," harapnya.

Zein meminta agar peserta berniat untuk menjadi ahli dalam menyelenggarakan jenazah. Dengan begitu jika ada keluarga yang meninggal, maka dituntun untuk khusnul khatimah, dimandikan, dikafani, dan dikuburkan. Bahkan sampai pada takziahnya jika punya ilmu.

Adapun Ketua UPT PKD M.Ishaq Shamad mengatakan, pentingnya skill menyelenggarakan jenazah bagi sivitas akademika UMI sebagai lembaga pendidikan dan dakwah.

Dicontohkan, jika ada musibah kematian yang menimpa salah satu anggota keluarga besar UMI, terkadang keluarga kesulitan mencari, siapa yang ahli menyelenggarakan jenazahnya.

"Karena itu, diharapkan semua peserta akan ahli dan bisa menyelenggarakan jenazah. Sebab pelatihan ini menyajikan, selain teori juga langsung praktek dengan "mayat hidup"," paparnya. (ril)