Momen Hari Batik Nasional, Legislator Bone: Harus Dibarengi Aturan

BONEPOS.COM, BONE - Semarak Hari Batik Nasional, tidak boleh berlalu begitu saja. Ada pesan penting yang tersirat.

Anggota DPRD Kabupaten Bone, Andi Suaedi menyadari hal itu. Katanya, peringatan Hari Batik Nasional sebagai momentum pelestarian warisan budaya nasional.

"Masing-masing daerah memiliki khas kearifan lokal. Peringatan Hari Batik Nasional menjadi momen penting," ucap Suaedi, Rabu (2/10/2019).

"Jadi tidak sekadar batik saja, bisa juga Sutera. Masing-masing daerah memiliki ciri khas dan ini yang perlu dilestarikan," tambahnya.

Olehnya itu, Suaedi mengharapkan, bentuk pelestarian budaya ini harus dibarengi aturan, misalnya Perda, demikian pula pemerintah pusat.

Dilansir dari laman Wikipedia, Hari Batik Nasional adalah hari perayaan nasional Indonesia untuk memperingati ditetapkannya batik sebagai Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi (Masterpieces of the Oral and Intangible Heritage of Humanity) pada 2 Oktober 2009 oleh UNESCO. Pada tanggal ini, beragam lapisan masyarakat dari pejabat pemerintah dan pegawai BUMN hingga pelajar disarankan untuk mengenakan batik.

Pemilihan Hari Batik Nasional pada 2 Oktober berdasarkan keputusan UNESCO yaitu Badan PBB yang membidangi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan, yang secara resmi mengakui batik Indonesia sebagai warisan budaya dunia. UNESCO memasukkan batik dalam Daftar Representatif Budaya Tak benda Warisan Manusia. Pengakuan terhadap batik merupakan pengakuan internasional terhadap budaya Indonesia. (ril)