Menteri, Kapolri dan Panglima TNI Akan Kunjungi Wamena

BONEPOS.COM - Pasca kerusuhan di Wamena yang dimulai dari 23 September 2019, banyak warga non-Papua memilih mengungsi.

Sementara itu, total korban yang meninggal dunia akibat kerusuhan Wamena tercatat mencapai 33 orang.

Sejumlah menteri kabinet Jokowi-JK bersama Kapolri dan Panglima TNI pun akan meninjau ke lokasi.

"Besok tanggal 7 (Senin 7 Oktober 2019), Menko Polhukam, Panglima, Kapolri, Mensos, Menkes, KemenBUMN dan PUPR akan langsung ke lapangan, ke Wamena," kata Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto di HUT TNI ke 74 di Landasan Udara (Lanud) Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Sabtu (5/10/2019).

Dia mengatakan, segala kebutuhan masyarakat dapat disalurkan dengan lancar. Aparat keamanan seperti polisi dan masyarakat turut membantu.

"Alhamdulillah logistik tak masalah, dan bantuan kesehatan termasuk dari lapangan di Wamena semua berjalan baik. Khusus di Wamena ada 3.800 pengungsi yang ada di Wamena yang ikut di Kodim, Koramil dan Polsek," kata dia.

Dengan hal ini, masyarakat diharapkan dapat beraktivitas seperti biasanya demi perekonomian Wamena.

"TNI menggelar kekuatan dalam rangka mendukung kepolisian Republik Indonesia di beberapa tempat, termasuk di Jayapura dan Wamena. Tujuannya adalah memberikan kepercayaan kepada masyarakat bahwa stabilitas keamanan terus akan kita jaga sehingga perekonomian terus berjalan dengan baik," pungkas Hadi.

Wiranto Tuding Benny Wenda Sebagai Dalang Kerusuhan Wamena

Menko Polhukam Wiranto mengatakan, kepolisian masih berupaya mencari perusuh-perusuh tersebut. Namun, dia menuding Benny Wenda, pemimpin The United Liberation Movement for West Papua (ULMWP) sebagai dalang di balik kerusuhan itu.

"Sudah nanti Kepolisian yang menjelaskan dan yang melakukan seperti ini. Tapi serangan ini kan dilakukan KKB mereka. Itu yang mereka itu kan dapat instruksi langsung dari Benny Wenda untuk menyerang warga pendatang dan melakukan kerusuhan di kota-kota," kata Wiranto di kantornya, Jakarta, Jumat (4/10/2019).

Salah satunya, lanjut dia, dilakukan melalui media sosial. Oleh karena itu, dia berharap masyarakat ikut mendinginkan suasana.

"Kita mengharapkan agar masyarakat yang bergerak di medsos untuk mendinginkan suasana ini atau katakanlah bisa menghilangkan trauma ini," jelas Wiranto.

Editor: Redaksi Bonepos