Bupati Fahsar Sebut Masyarakat Topang Pertumbuhan Ekonomi Bone, Aktivitas Ini Berkontribusi Besar

Mendagri Tjahjo Kumolo menyerahkan penghargaan kepada Bupati Bone, H Andi Fahsar dalam acara upacara Otonomi Daerah ke XXIII yang dihadiri Gubernur, Bupati, Walikota dan camat se-Indonesia di stadion Diponegoro, Banyuwangi, Jawa Timur, Kamis, 25 April 2019.

BONEPOS.COM, BONE - Geliat perekonomian di Kabupaten Bone, terus bertumbuh. Terbukti, pertumbuhan ekonomi di Bumi Arung Palakka merupakan tertinggi di Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel).

Pertumbuhan ekonomi di daerah yang dikomandoi Bupati Bone, Andi Fahsar Mahdin Padjalangi bersama Wakil Bupati Bone, Ambo Dalle, ditopang dari sektor pertanian, perikanan, dan peternakan.

Kepala Badan Pusat Statistik Kabupaten Bone Yunus menuturkan, jumlah pertumbuhan ekonomi Kabupaten Bone pada tahun 2016 mencapai 9,1 persen, kemudian di 2017 sebesar 8,31 persen dan di 2018 meningkat pertumbuhannya sebesar 8,90 persen.

"Pertumbahan ekonomi Bone ini sudah tiga tahun berturut-turut," ungkap Yunus.

Kepala BPS Bone menuturkan, faktor yang menopang sehingga pertumbuhan ekonomi Bone bisa dinilai tertinggi di Sulsel adalah dari sektor pertanian. "Secara keseluruhan sektor pertanian paling menopang dengan rata-rata distribusi sebesar 47 persen," tambahnya.

Sementara itu, Bupati Bone, Andi Fahsar Mahdin Padjalangi menjelaskan, capaian pertumbuhan ekonomi di Bone tidak lepas dari kontribusi seluruh pihak. Bukan hanya kinerja Pemkab Bone, tetapi kontribusi masyarakat, vital dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi.

"Seperti di sektor pertanian, masyarakat mulai memanfaatkan lahan tidur untuk dimanfaatkan menjadi area produktif. Hal ini sejalan dengan program Kementerian Pertanian. Seperti pemberian bibit gratis dan peralatan gratis," kata Fahsar.

Pada sektor perikanan, Bone memiliki panjang pantai 138 Km, dari Selatan ke Utara melingkupi 10 kecamatan. Masyarakat kemudian melakukan budidaya rumput laut. Hal ini pun diakui pasar dengan kualitas rumput laut Bone, dinilai sangat bagus.

"Pada sektor peternakan, Bone masuk ke dalam tiga kabupaten dengan populasi ternak terbanyak. Gairah masyarakat untuk beternak juga tinggi. Maka tidak heran, sapi-sapi asal Bone dikirimkan ke luar daerah," tuturnya.

Geliat dari sektor-sektor tersebut berimplikasi pada kehidupan masyarakat. Seperti, daftar tunggu jemaah haji di Kabupaten Bone berkisar antara 32-35 tahun.

"Masyarakat Bone yang umroh setiap tahun sekitar 10 ribu jemaah. Kemudian jumlah kendaraan bertambah di Bone. Ditambah aktivitas anak muda di Bone dengan menghadirkan kegiatan bazar, menjadi geliat perputaran ekonomi di Kabupaten Bone," paparnya.

Namun demikian, Fahsar tidak menampik bila masih ada masyarakat Bone yang miskin atau tergolong dalam masyarakat kurang mampu. Upaya peningkatan kualitas pelayanan, terus digenjot.

"Pemerintah kabupaten Bone terus berupaya menghadirkan program-program pro kepada rakyat dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat," pungkasnya. (ril)