40 Persen Peserta BPJS Kesehatan di Sinjai Menunggak Premi

BONEPOS.COM, SINJAI - BPJS Kesehatan Sinjai menggunakan metode pensuratan sebagai bentuk penagihan tunggakan atau premi iuran terhadap peserta. Hal ini diungkapkan Kepala BPJS Kesehatan Sinjai, Muhammad Saleh saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (10/10/2019).

Saleh menjelaskan, BPJS Kesehatan menggunakan berbagai metode dalam melakukan penagihan, seperti penagihan langsung melalui kader JKN. Yang mana kader tersebut terlebih dahulu dilatih, diberikan sosialisasi dan pemahaman.

"Kader JKN ini dilengkapi rompi dan topi sebagai tanda pengenal. Kader ini melakukan penagihan setiap wilayah masing-masing yang telah diatur," katanya.

Untuk di Kabupaten Sinjai saat ini, kata Saleh, kader JKN belum ada, dengan pertimbangan jumlah yang akan ditagih tidak begitu signifikan. Namun tidak menutup kemungkinan juga akan mengusulkan, karena sebenarnya pendekatan yang humanis kita disini dengan peserta yang lebih bagus.

"Kita di Sinjai sendiri menggunakan metode penyampaian surat tagihan kepada peserta, pesan singkat dan tele-collecting," ungkapnya.

Saleh menambahkan bahwa jumlah kepesertaan BPJS Kesehatan di Sinjai tercatat sebanyak 261 ribu jiwa, 137 ribu APBD, 78 ribu APBN dan selebihnya pekerja penerima upah atau Mandiri 16 ribu jiwa yang tercatat aktif termasuk yang terdaftar dari wilayah Kabupaten Bone. Tapi yang tercatat Mandiri khusus di wilayah Sinjai jumlahnya sekitar 8 ribu jiwa.

"Untuk jumlah peserta yang kelas Mandiri khusus di wilayah Sinjai tidak terlalu banyak karena banyak yang mengalihkan ke APBD. Tapi tidak sedikit juga yang tetap mau Mandiri, dan kalau misalkan ada tunggakannya ya kami tetap tagih," tuturnya.

"Jadi diantara 8 ribu jiwa khusus di Sinjai tersebut mungkin ada 40 persen yang masih menunggak. Tapi kalau persentase jumlah tersebut masih dinamis dan kita lakukan penagihan dengan metode pensuratan dan pesan singkat atau ditelepon langsung," tambahnya.

Penulis:Andi Aco