Sebelum Gantung Diri, Warga Bone Ini Sempat Ditolak Rumah Sakit Swasta

BONEPOS.COM, BONE - SU (44) nekat mengakhiri hidup dengan cara gantung diri di dalam rumahnya. Dia diduga depresi karena penyakit kronis yang diderita sejak beberapa bulan terakhir.

Hal ini dikethui dari istrinya, SK saat ditemui di rumah duka di Kecamatan Tanete Riattang Barat, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, Selasa sore (15/10/2019).

Saat ditemui Bonepos.com, dikediamannya SK menceritakan kronologisnya, awalnya korban berangkat ke rumah sakit untuk melakukan kontrol, namun ditolak oleh pihak rumah sakit swasta di Kabupaten Bone, karena masa rujukannya sudah habis sehingga diarahkan ke rumah sakit umum.

Namun, suaminya tidak ke rumah sakit umum melainkan pulang ke rumah, saat suaminya pulang ke rumah SK bertanya pada suaminya tentang hasilnya. Kemudian, SU menjawab kalau dia disuruh ke rumah sakit umum.

"Setelah itu saya pamit ke Pasar untuk belanja, kemudian sekitar pukul 12.30 Wita saya pulang ke rumah dan langsung mencari suami saya, saya cari di ruang tamu, kamar mandi, kamar tidur tidak ada, jadi saya ke rumah sebelah dan melihat suami saya dalam posisi tergantung," urai SK sambil bercucuran air mata.

Lanjut kata dia, setelah melihat suaminya tergantung dan tidak bernyawa, dia langsung mengambil pisau untuk memotong talinya, kemudian setelah itu dia berlari memanggil kedua anaknya.

Kapolsek Tanete Riattang, AKP Andi Bahsar yang ditemui di lokasi kejadian mengatakan, setelah melakukan oleh TKP peristiwa menilai, kejadian ini murni bunuh diri. SU diduga putus asa atas penyakit yang tak kunjung sembuh.

"Korban ini gantung diri menggunakan tali jemuran yang dipotong dari depan rumahnya, korban diduga depresi karena penyakitnya tak kunjung sembuh sembuh," beber Bahsar.

Sekadar diketahui, korban menderita penyakit kronis (penyempitan lambung) dan sudah melakukan kontrol sejak 6 bulan terakhir, dan setiap 3 bulan sekali itu harus melakukan kontrol ke dokter. (her/ril)