Gak Hanya Kerja Kantor, Pekerja Freelance Juga Butuh Asuransi

BONEPOS.COM, JAKARTA - Di Indonesia jaminan untuk mendapatkan jaminan kesehatan diri memang tergolong masih sangat sulit jika dibandingkan dengan negara lain. Memang sudah ada pihak swasta banyak menawarkan layanan asuransi untuk bisa memproteksi diri.

Namun demikian, asuransi dari pihak swasta ini membutuhkan uang yang tidak sedikit untuk ukuran mayoritas masyarakat Indonesia.

Nah, di tengah sulitnya mencari jaminan sosial untuk proteksi diri yang terjangkau ini, akhirnya muncul sebuah jalan keluar untuk masyarakat Indonesia. Dikarenakan pemerintah telah meluncurkan sebuah program asuransi untuk semua warga negara Indonesia termasuk pekerja lepas atau freelance.

Jalan keluar atau solusi itu sendiri memiliki dua bentuk yaitu jaminan kesehatan dan jaminan ketenagakerjaan.

Peserta untuk program ini adalah seorang yang mempunyai pekerjaan di luar hubungan kerja formal seperti para pekerja freelancer dan pekerja-pekerja mandiri lainnya sudah dapat segera mendaftarkan diri dalam program ini.

Melalui program ini, maka masyarakat yang tergolong dalam bukan penerima upah atau yang tidak mendapat gaji secara tetap atau pekerja mandiri bisa mendapatkan jaminan dari jaminan ketenagakerjaan dan fasilitasnya sama dengan para pekerja di sektor formal lainnya. Sangat bermanfaat bukan?

Asuransi untuk pekerja freelance
adalah sebuah hal menarik dari program ini untuk para pesertanya. Hal menarik dari program ini, seharusnya membuat para pekerja mandiri lebih antusias untuk mendaftar.

Beberapa fasilitas yang akan diperoleh para pekerja mandiri dari program ini antara lain;

1. Mendapatkan Fasilitas Perawatan dan Pengobatan. Jika mengalami kecelakaan kerja, para pekerja berhak mendapatkan fasilitas dirawat di rumah sakit pemerintah untuk kelas satu yang biaya pengobatannya bisa mencapai Rp20 juta.

Menurut pihak yang mengelola program ini, ternyata fasilitas yang bisa dirasakan peserta masih bisa berubah hingga mencapai angka yang tidak terhingga.

Hal ini sendiri sudah diwacanakan dan sedang disusun perencanaan yang lebih baik lagi.

2. Mendapatkan cover penuh. Jika tidak bisa bekerja maka para peserta akan melakukan cover secara penuh sesuai dengan penghasilan yang dilaporkannya. Seperti contoh, bila para pekerja tersebut mengalami kecelakaan kerja dan tidak bisa bekerja selama tiga bulan, maka selama tiga bulan itu akan dicover, sesuai dengan penghasilan yang dilaporkan.

3. Bisa mendapatkan jaminan kematian. Fasilitas menarik lain yang akan diperoleh oleh para pekerja mandiri adalah jaminan kematian. Jika yang bersangkutan meninggal biasa, maka ahli warisnya mendapatkan Rp21 juta. Apabila peserta program ini meninggal karena kecelakaan kerja, maka mereka akan mendapatkan 48 kali penghasilan yang menjadi patokan.

4. Iuran murah dan terjangkau. Fasilitas ini sangat menarik, lantaran jaminan yang bisa diperoleh para pekerja mandiri dari program ini adalah iuran yang murah dan terjangkau. Memang sejatinya kehadiran program ini sudah sangat murah untuk ukuran jaminan layaknya konsep asuransi, namun untuk program ini hanya dibebankan 1 persen dari penghasilan untuk jaminan kecelakaan kerja dan untuk jaminan kematian sendiri akan dibebankan sekian persennya saja.

Menjadi freelance itu memang menyenangkan untuk digeluti, uang yang didapatkan lumayan buat memenuhi kebutuhan sehari-hari atau untuk ditabung.

Kalau kamu berniat untuk bekerja freelance atas usaha sendiri ataupun menjadi pekerja freelance yang terikat oleh sebuah kantor, maka kamu harus membagi waktu dengan baik.

Memilih bekerja freelance memang membuat kamu memiliki lebih punya waktu yang banyak untuk mengurusi hal-hal lainnya dalam hidup. Namun jangan lupa juga pandai memilih jenis freelance yang diinginkan dan sampai kapan akan terus menjadi seorang freelance. Kamu perlu memikirkan masa depanmu dan karier ke depannya. Untuk itu menjadi seorang pekerja freelance juga membutuhkan sebuah asuransi untuk berjaga-jaga.

Sebebas apapun kamu sebagai seorang pekerja freelance, kamu harus pandai memilah waktu untuk beristirahat. Jangan sampai tawaran kerja freelance berdatangan, tapi produktifitas kamu justru drop saat itu juga. Bahkan bisa saja, Anda tidam bisa konsentrasi menyelesaikan pekerjaan tersebut.

Jangan sampai hal tersebut membuat kesehatan Anda menurun, untuk itulah sebuah program jaminan kesehatan pekerja freelance sangat dibutuhkan. (ril)