Aksi Tutup Mulut Seruan Kasus Kekerasan Jurnalis di Polda Sulsel Mandek

BONEPOS.COM, MAKASSAR - Kampanye kreatif ditunjukkan Koalisi Antikekerasan di Jalan AP Pettarani, Makassar, Jumat (25/10/2019).

Aksi ini merupakan respons terhadap masifnya kriminalisasi dan kekerasan yang dialami masyarakat sipil, baik kalangan profesional seperti jurnalis, Advokat, dan juga kalangan aktivis, pegiat HAM, hingga mahasiswa.

Tim Penasihat Hukum, Firmansyah mengemukakan, di Sulsel ada tiga awak media yang mengalami kekerasan oleh oknum anggota kepolisian Polda Sulsel saat meliput aksi, 24 September 2019, lalu.

Sekalipun telah dilaporkan baik pidana maupun etik di Polda, ketiga korban hingga saat belum mendapatkan kepastian hukum akan penyelesaian kasusnya.

"Tentu bagi kami selaku tim Kuasa Hukum LBH Pers Makassar menilai praktik penyelesaian perkara pers, korban hampir dipastikan berakhir dengan ketidakadilan,
misalnya Laporan korban di Propam dengan Laporan polisi Nomor : LP/54-B/IX/2019/Subbag yanduan tanggal 26 September 2019 yang dikeluarkan Bidpropam Polda Sulsel, Mereka saling lempar tanggung jawab," papar Firman.

Sementara laporan korban pada Pidana Umumnya dengan laporan Polisi LP-B/347/IX/2019/SPKT POlda Sul Sel tertanggal 26 September 2019. Juga tak kunjung ada kepastian penyelesaianya.

Padahal perkara ini bergulir sudah sebulan dan bahkan Kapolda di beberapa media menyatakan bahwa terhadap terduga pelaku beberapa oknum anggota kepolisian sudah diperiksa dan bahkan ada yang ditahan, tapi saat korban melaporkan kasusnya malah justru pihak Ditreskrimum dan Bidpropam saling lempar tanggung jawab.

"Olehnya itu, kami menilai tidak alasan hukum yang patut untuk membenarkan diamnya Polda terkait laporan tiga jurnalis dan mendesak Kapolda untuk segera menuntaskan perkara tersebut dan meminta kepada Bapak Kapolda untuk menertibkan anggotanya agar tidak membuat informasi-informasi yang membuat kegaduhan di masyarakat," tambahnya.

AJI Makassar mengimbau kepada masyarakat untuk menghargai aksi-aksi jurnalis, selain itu, kepada aparat kepolisian juga diminta tidak melakukan kekerasan saat pengamanan aksi dan menjalankan pengamanan terkait protap unjuk rasa.

"Kapolda harus bertanggung jawab atas kasus kekerasan yang terjadi, terutama pada tiga jurnalis di Makassar saat meliput aksi unjuk rasa," kata Ketua AJI Makassar, Nurdin Amir.

Sekadar diketahui, kampanye kreatif itu digelar dengan melakukan aksi menutup mulut dan memegang petaka sejumlah tuntutan terhadap kekerasan yang terjadi. (ril)