Bupati Fahsar Ingatkan Pemuda Bahaya Zona Nyaman

BONEPOS.COM, BONE - Pemuda harus menjadi motor penggerak kemajuan Bangsa. Kontribusi melalui pemikiran dan tindakan, dibutuhkan Ibu Pertiwi.

Hari Sumpah Pemuda yang diperingati setiap 28 Oktober, menjadi momentum refleksi, bagi seluruh rakyat Indonesia. Terkhusus, kaum muda-mudi.

Era masa kini, persaingan makin ketat. Bukan waktunya lagi bersantai. Apalagi berleha-leha. Tak mampu keluar dari zona nyaman, bisa membawa petaka bagi kehidupan Bangsa, nantinya.

Bupati Bone, Andi Fahsar Mahdin Padjalangi menyadari hal itu. Orang nomor satu di Bumi Arung Palakka menilai, peran generasi muda masa sekarang dan nanti makin berat dibandingkan generasi sebelumnya.

"Pemuda harus kerja keras, kerja cerdas, kerja ikhlas, dan kerja tuntas. Jangan cepat berpuas diri dengan yang sudah diperoleh," tuturnya.

Saat ini, persaingan tidak hanya sesama generasi Bangsa sendiri. Era globalisasi menjadi masa persaingan tanpa batas.

"Harus berpikir cepat. Jangan lagi bersantai dan bertahan di zona nyaman. Taklukkan segala tantangan dan rintangan," ujar Fahsar.

Fahsar berpesan, untuk memajukan Bangsa Indonesia, diperlukan kontribusi dan peran seluruh rakyat Indonesia. Termasuk peran pemuda-pemudi Ibu Pertiwi.

Maka tidak keliru, Presiden RI pertama, Soekarno mengucapkan pesan mendalam. "Beri aku 1.000 orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya. Beri aku 10 pemuda niscaya akan kuguncangkan dunia," serunya.

Peran pemuda sangat diperlukan. Ayo pemuda. Gelorakan semangat untuk memajukan Bangsa Indonesia. (ril)