AMDA Jepang ‘Suntik’ Alumni UMI

BONEPOS.COM, MAKASSAR - Silaturahmi dan Pertemuan Ilmiah Nasional Berkala (SPINAL III), bergulir. Gelaran ini berlangsung hingga 3 November, nanti.

Panitia SPINAL III menyuguhkan kejutan buat seluruh alumni, melalui simposium
Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar.

Ketua Umum Ikatan Alumni FK UMI Annas Ahmad dalam sambutan pembukaan simposium SPINAL III menghadirkan pembicara internasional dari Jepang , yakni Asian Medical Doctor Association (AMDA) Ms Tea Namba .

Rektor UMI Makassar, Basri Modding sangat yakin, alumni Fakultas Kedokteran UMI di seluruh Indonesia telah mengharumkan almamater UMI. Apalagi saat ini Akreditasi A Fakuktas Kedokteran UMI membuktikan kualitas alumni sudah melalui proses yang sangat panjang.

Ketua panitia SPINAL III Muji Iswanti bersyukur, simposium SPINAL III dihadiri tokoh nasional dan internasional sepeti Ketua Elek PB IDI , AMDA Jepang serta banyak lagi pembicara nasional serta lokal berbagi ilmu untuk rekan sejawat dokter.

Dalam paparan Ms Tea Manda di depan peserta simposium Asian Medical Doctor Association (AMDA) konsen misi kemanusiaan. “Misalnya seperti gempa bumi, tsunami atau musibah lainya. UMI dan AMDA saling berkoordinasi untuk salurkan bantuan medis,” ujanya.

Kata Tea, saat sekarang banyak terjadi di berbagai belahan dunia bencana alam, seperti gempa dan kejadian lainya.

Humas SPINAL III Wachyudi Muchsin bilang, AMDA adalah jaringan internasional yang sangat besar. Kepedulian sosial jika ada bencana. Bahkan bergerak cepat mengirimkan tim bantuan darurat ke daerah bencana di seluruh dunia.

AMDA memfasilitasi bantuan darurat dalam skala global. Multinasional kelompok profesional medis dan koordinator membantu korban bencana dengan menanggapi kebutuhan mendesak masyarakat lokal.

"Jaringan luas memungkinkan AMDA untuk mengirimkan tim bantuan cepat dan efisien karena mereka dikirim keluar dari tempat yang dekat dengan lokasi bencana," tutur Wachyudi. (ril)