Kasus Korupsi Proyek SPAM Palopo, Polda Sulsel Tetapkan 7 Tersangka

BONEPOS.COM - ISTIMEWA Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Dicky Sondani

BONEPOS.COM, PALOPO - Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Selatan menetapkan 7 (tujuh) orang tersangka dalam kasus dugaan korupsi proyek perencanaan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di Kota Palopo, Sulsel. Selasa, 5 November 2019.

Dari tujuh tersangka yang ditetapkan, satu diantaranya adalah Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kota Palopo, berinisial AD.

Kepala Bidang (Kabid) Humas Polda Sulawesi Selatan, Kombes Pol Dicky Sondani yang dikonfirmasi membenarkan hal tersebut. Menurutnya, penetapan para tersangka berdasarkan hasil gelar perkara yang dilakukan penyidik jajaran Dit Reskrimsus Polda Sulsel akhir Oktober 2019 lalu.

"Mereka ditetapkan tersangka setelah sebelumnya dilakukan pemeriksaan dan gelar perkara oleh Penyidik," ungkap Dicky kepada wartawan, Selasa siang.

Dicky menyebutkan, ketujuh tersangka masing-masing adalah, IA dan FF, selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), HS dan AD, keduanya selaku Pokja, kemudian MS selaku Direktur PT Indah Seratama, AA selaku Direktur PT Duta Abadi dan BS selaku Direktur PT Perdana Cipta Abdipertiwi.

Untuk diketahui, proyek SPAM dianggarkan pada tahun 2016 lalu dengan nilai anggaran mencapai Rp 15.049.110.000. Dalam pekerjaannya proyek tersebut diduga tidak sesuai spesifikasi, sehingga menimbulkan kerugian keuangan negara berdasarkan hasil perhitungan BPK RI sebesar Rp 5.543.391.996.

Adapun rincian proyek SPAM tersebut meliputi pembangunan Instalasi Pengolahan Air (IPA) Kelurahan Padang Lambe, Kecamatan Wara Barat, Pengadaan dan pemasangan jaringan pipa di wilayah Kecamatan Telluwanua serta pengawasan pengadaan bangunan pengambilan air bersih pada Dinas Tata Ruang dan Cipta Karya Kota Palopo. (her/ril).