Begini Manfaat Program Sehari Belajar di Luar Kelas

BONEPOS.COM, SINJAI - Dalam rangka memperingati Hari Anak Dunia atau Universal Children’s Day, Pemerintah Kabupaten Sinjai melalui Dinas Pendidikan Kabupaten Sinjai meminta seluruh sekolah melaksanakan program Sehari Belajar di Luar Kelas, Kamis (7/11/2019).

Program ini dilakukan dalam upaya memenuhi, menjamin dan melindungi hak anak. Makanya, Dinas Pendidikan perlu memastikan bahwa satuan pendidikan mampu merealisasikan hal tersebut.

Dengan pelaksanaan kegiatan ini, sekolah juga diharapkan dapat mengembangkan bakat dan kemampuan anak sekaligus menciptakan Sekolah Ramah Anak.

Kegiatan Sehari Belajar di Luar Kelas dipantau langsung Plt Kepala Dinas Pendidikan Andi Suryanto Asapa melalui aplikasi Microsof 365 dan dilaksanakan secara serentak pada satuan pendidikan mulai dari tingkat PAUD, TK, SD, MTS/SMP se-Kabupaten Kabupaten Sinjai.

Adapun jadwal kegiatan sehari belajar di luar kelas yang dilakukan serentak yakni, menyambut siswa dengan 3S (senyum, salam, sapa), menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, cuci tangan sebelum makan, berdoa sebelum makan, sarapan sehat bersama yang disiapkan oleh orang tua, berdoa bersama setelah makan, cuci tangan setelah makan, memeriksa lingkungan.

Tidak sampai disitu saja, murid menyingkirkan tanaman, barang atau hal-hal yang membahayakan siswa, memeriksa lampu, peralatan listrik yang tidak diperlukan dan mematikan keran air yang terbuka, membaca buku di luar kelas, simulasi evakuasi bencana dalam lagu dan gerak senam Germas permainan tradisional.

Menurut Plt. Kepala Dinas Pendidikan Andi Suryanto Asapa, kegiatan Sehari Belajar di Luar Kelas juga dapat menjadi kegiatan penyegaran atau refreshing bagi anak-anak.

Lantaran, belajar di luar kelas atau di luar gedung pasti memberikan suasana yang berbeda. Interaksi yang dilakukan anak-anak maupun guru dengan suasana yang baru, tentu akan berbeda dan terpantau semua melalui tim yang telah dibentuk.

"Para siswa juga sangat merespons dan berharap kegiatan ini terus berjalan. Ke depan nantinya lebih banyak pola yang akan dipantau, dan kurang lebih 20 orang yang menjadi tim diantaranya jajaran Dinas Pendidikan yaitu sekretaris, kepala bidang, lalu ada juga guru dan para murid," kuncinya. (ril)