Waduh, Mobil Bertangki Modifikasi Marak di Sinjai

BONEPOS.COM, SINJAI - Terjadinya kelangkaan BBM jenis premium (bensin) di Kabupaten Sinjai mulai terjadi sejak beberapa pekan terakhir. Hal ini justru dimanfaatkan pemilik kendaraan yang sengaja memodifikasi tangki pengisian kendaraannya.

Seperti halnya yang terjadi di Kabupaten Sinjai, tepatnya di SPBU Samataring. Warga mengeluhkan susahnya mendapatkan BBM jenis premium di SPBU tersebut.

Menurut warga, hal tersebut terjadi lantaran banyaknya kendaraan, khsusunya roda empat yang memiliki tangki bensin yang sudah dimodifikasi keluar masuk di SPBU mengantre yang terjadi pada Jumat (15/11/2019).

"BBM yang didapatkan nantinya juga akan dijual kembali dalam bentuk eceran yang tentunya lebih menguntungkan bagi mereka," ungkap salah seorang warga Desa Pasimarannu yang enggan disebutkan namanya.

Berdasarkan data yang dihimpun, di area SPBU tersebut memang sudah sangat padat dengan antrean kendaraan yang hampir menutup akses jalan poros Sinjai-Kajang. Termasuk salah satu mobil pikap yang berdasarkan pengamatan warga bahwa mobil tersebut sudah tujuh kali mengantre.

Saat ditanya, sang sopir mobil pikap mengakui bahwa dia sudah tujuh kali mengantre untuk mengisi premium.

Dia berdalih, kalau hanyalah suruhan dari seorang yang merupakan pengusaha Pertamini liar yang berlokasi di Sinjai Selatan.

"Ini bukan mobil saya pak, saya hanya disuruh dan diupah oleh pengusaha pertamini tersebut. Bos pertamini ini yang suruh dan bensinnya saya bawa ke sana," ujarnya.

"Bensinnya juga biasa saya jual di daerah kecamatan Tellulimpoe," beber warga Kajang, Kabupaten Bulukumba ini.

Sementara itu, Gamal salah satu petugas SPBU Samataring berujar, dia mengaku sulit untuk memberikan ketegasan kepada konsumen yang mengisi bensin dengan alasan mobil yang digunakan adalah mobil pribadi bukan mobil pelat merah, yang seharusnya tidak menggunakan premium bersubsidi.

"Ini soal kemanusiaan pak, saya tidak tega melarang mereka pak apalagi kalau mereka sudah bicara masalah perut," ujarnya. (air/ril)