Masuk Grup Neraka, Pesilat Sulsel Kunci Lima Kelas di Pra PON

BONEPOS.COM, JAKARTA - Kontingen Sulsel menyelesaikan Pra PON 2019 untuk cabang olahraga pencak silat. Hasilnya, lima kelas berhasil diamankan.

Pelatih Pencak Silat Sulsel, Imam Suyudi bersyukur dengan raihan anak asuhnya di ajang Pra PON 2019. Pada gelaran tersebut pesilat Sulsel mendulang 1 emas, 1 perak, dan 3 perunggu.

Ajang Pra PON pencak silat dilangsungkan di Gelanggang Remaja Jakarta Utara, 12 hingga 17 November 2019.

"Alhamdulillah, patut disyukuri. Karena Sulsel tergabung di wilayah 3 yang disebut-sebut sebagai wilayah Neraka yang pesertanya berasal dari 11 provinsi," jelas Imam.

11 provinsi yang bersaing tersebut terdapat beberapa provinsi yang tergolong kuat dalam cabor pencak silat, seperti DKI Jakarta, Jateng, Jatim, Sumsel, dan Kalsel.

"Hasil yang kami raih kali ini dari segi banyaknya yang lolos ke babak semifinal yakni untuk kategori tanding sebanyak 10 Kelas, sementara untuk kategori Tunggal Ganda Regu (TGR) meloloskan ke babak final ada 4 nomor, hal ini menurut saya lebih baik dari hasil Pra-PON sebelumnya yang juga saya sebagai pelatih," papar Imam.

"Walaupun memang dari segi jumlah yang lolos menurun dibandingkan Pra PON sebelumnya. Waktu itu kita meloloskan atlet ke PON Jabar ada 9 nomor tanding dan TGR," kuncinya. (ril)

Pesilat Sulsel Peraih Medali di Pra PON 2019;
1. Kelas B putra (50-55) kg medali emas atas nama Andi Muh. Idham Asyhary
2. Kelas D putri (60-65) kg medali perak atas nama Ria Hasyriani Hasyim
3. Kelas C putra (55-60) kg medali perunggu atas nama Muh. Yusuf Hanas
4. Kelas D putra (60-65) kg medali perunggu atas nama Hamry
5. Kelas F putra (70-75) kg medali perunggu atas nama Saiful