Warga Desa Binaan UMI Dilatih Marketing Digital

BONEPOS.COM, TAKALAR - Kemajuan teknologi merupakan hal yang niscaya untuk dilawan, oleh kerenanya perlu ada persiapan dan pengembangan Sumber Daya Manusia dalam menghadapinya.

Alasan tersebutlah yang membuat Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar menggerlar "Pelatihan Wirausaha Marketing Era Digital Bagi Masyarakat Desa Paddingin Kab Takalar".

Pengabdian kepada masyarakat tersebut diinisiasi oleh Ibu Nurfadila SE.,M.Si dan Bapak Muhammad Abduh, SE.,M.Ak keduanya adalah Dosen Akuntansi FEB UMI Makassar. Tempat kegiatan dipilih dari Desa Binaan UMI yaitu Desa Paddingin Kab. Takalar.

“Bentuk Pengabdian ini sebagai Implementasi dari Tri Darma Perguruan Tinggi dan kerjasama antara Lembaga Pengabdian Masyarakat dan Dakwah Universitas Muslim Indonesia (LPMD UMI) dengan Kementrian Riset dan Teknologi 2018/2019”, jelas Nurfadila. 20/11/2019.

Tujuan Kegiatan PKM adalah salah satu instrumen dalam pengembangan SDM masyarakat dalam bentuk pengabdian masyarakat.

“Untuk melatih masyarakat desa Paddingin agar meningkatkan kemampuan berwirausaha di era zaman digital saat ini dengan memanfaatkan kecanggihan teknologi melalui sosial media”, tambah Bapak Abduh.

Nurfadila selaku Ketua tim memberikan materi berupa kiat-kiat dalam berwirausaha melalui pemanfaatan teknologi, mengajarkan mereka bagaimana cara membuat akun-akun di sosial media serta penggunakannya.

Sedangkan Abduh memaparkan bagaimana dampak teknologi terhadap kegiatan berwirausaha masyarakat dan mengarahkan agar bisa mengembangkan potensi melalui sosial media.

Output dari Kegiatan PKM ini berupa modul yang berisikan mengenai tips dan trik berwirausaha dengan memanfaatkan teknologi yang dibagikan kepada tiap peserta.

Harapannya yaitu hasil yang maksimal dan berkelanjutan agar bisa mengembangkan potensi berwirausaha yang mampu meningkatkan pendapatan dan sektor perekonomian masyarakat Desa Paddingin Kab. Takalar.

Kegiatan Ini diikuti oleh 10 orang peserta yang terdiri dari bapak-bapak, ibu-ibu rumah hingga pemuda setempat. (Muhammad Aras Prabowo/ril).