BLHD Tutup Industri Tahu di Bone, Ini Penyebabnya

BONEPOS.COM.BONE - Badan Lingkungan Hidup Daerah (BLHD) Kabupaten Bone terjun langsung memeriksa salah satu perusahaan industri tahu, Senin sore, (25/11/2019).

Hal itu dikarenakan, perusahaan tahu tersebut diduga mencemari limbah sungai Cabalu, Kelurahan Mattirowalie, Kecamatan Tanete Riattang Barat, Kabupaten Bone.

Kepala Seksi Perizinan BLHD Bone Andi Habibie yang terjun ke lokasi menemukan, Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) perusahaan industri tahu tersebut tidak seseuai dengan dengan Standar Operasional Prosedur (SOP).

"Kami temukan adanya 3 bak air limbah hasil produksi yang tidak berfungsi maksimal, sehingga pemilik langsung membuang limbahnya ke sungai melalui saluran pipa drainase," kata Habibie.

Dengan penemuan tersebut, diduga yang menyebabkan air sungai yang dulunya dijadikan sumber air bersih oleh warga sekitar, kini berubah keruh dan busuk diakibatkan oleh limbah dari industri tersebut.

"Adanya penemuan ini, kami melakukan pembinaan, dan menyarankan kepada Pak Wahid (pemilik industri tahu) untuk sementara tidak beroperasi sebelum melakukan perbaikan saluran limbah yang mencemari sungai, dan apabila himbauan ini tidak dilaksanakan maka dipastikan tidak akan beroperasi lagi," tegasnya.

Sementara pemilik industri, Wahid yang ditemui mengaku, segera menjalankan apa yang disarankan pemerintah daerah melalui BLHD untuk memperbaiki bak pengelolaan limbah hasil produksi miliknya itu.

"Saya minta maaf atas kejadian ini, dan segera saya akan perbaiki kembali dan tidak akan beroperasi kembali sebelum semuanya diperbaiki, tapi saya meminta 1 hari untuk menjual semua tahu yang sudah terlanjur jadi, karena kasihan kalau mau dibuang begitu saja," ucap Wahid

Selain Kepala Seksi BLHD Bone, turut hadir juga Kepala seksi Pengawasan dan Penegakan Hukum BLHD, Lurah Mattirowalie, dan Babinsa setempat. (her/ril)